Iklan

Jumat, 27 Maret 2026, Maret 27, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-27T02:35:29Z

Air Mata di Balik Sabu: Polsek Pinggir Ringkus Pelaku, 4,67 Gram Barang Haram Disita — Pemasok Utama Masih Diburu!

Mulai dapatkan penghasilan Dari HP anda disini:

banner image
BENGKALIS — peristiwa-24.id
Peredaran narkotika kembali mencabik ketenangan masyarakat. Namun di tengah ancaman yang kian nyata, aparat bergerak tanpa kompromi. Dengan langkah cepat dan penuh ketegasan, jajaran Polsek Pinggir berhasil membongkar jaringan peredaran sabu seberat ± 4,67 gram dalam sebuah pengembangan kilat yang dramatis, Kamis (26/3/2026) malam.

Pengungkapan ini terjadi di Jalan Caltex menuju PKS PT. Adei, Desa Tengganau, Kecamatan Pinggir. Dari operasi tersebut, seorang pria berinisial J.S.S (32) tak mampu lagi mengelak saat petugas datang. Ia diamankan setelah sebelumnya polisi lebih dulu menangkap pelaku lain di wilayah KM 4 PT. Adei, yang kemudian membuka jalan bagi pengembangan kasus ini.

Dari tangan tersangka, polisi menemukan barang bukti yang mencengangkan: satu paket besar sabu seberat ± 3,13 gram dan sembilan paket kecil dengan berat ± 1,54 gram. Tak hanya itu, turut disita timbangan digital, plastik pembungkus, tiga unit handphone android, serta uang tunai Rp8 juta yang diduga kuat hasil transaksi haram.

Fakta semakin pahit saat hasil tes urine menunjukkan tersangka positif amphetamine—menggambarkan betapa dalamnya jeratan narkotika yang menjerumuskan pelaku.

Dalam pemeriksaan, J.S.S mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seorang pria berinisial A, yang kini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan diduga berada di wilayah Kandis, Kabupaten Siak. Sosok pemasok ini kini menjadi target utama perburuan aparat.

Kini, tersangka telah diamankan di Polsek Pinggir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, pengembangan kasus terus dilakukan demi mengungkap jaringan yang lebih besar—jaringan yang selama ini diam-diam merusak generasi dan menghancurkan masa depan.

Kapolsek Pinggir menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba.

“Komitmen kami tegas, perang terhadap narkoba tidak akan berhenti. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk berani bersuara dan melaporkan jika mengetahui aktivitas mencurigakan. Ini adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Perang melawan narkotika belum usai. Namun satu per satu, mata rantai kejahatan itu mulai terkuak—membawa harapan bahwa masa depan yang lebih bersih masih bisa diperjuangkan.

(Linda Kaffi)