Mengingat seringnya terjadi rawan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla, bukan cuma merusak hutan, tapi membuat semua kena dampaknya: mulai dari kabut asap, sesak napas, anak-anak nggak bisa sekolah, dan ekonomi terganggu.
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128, Kodim 0303/Bengkalis bekerja sama dengan pemerintah desa dan Polsek Pinggir menggelar penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan Karhutla, penanganan awal saat terjadi kebakaran, serta pentingnya membuka lahan tanpa cara dibakar.
Program penyuluhan ini merupakan bagian dari upaya TMMD ke-128 Kodim 0303/Bengkalis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mencegah terjadinya bencana Karhutla di wilayah Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan tersebut diselenggarakan Diruang aula kantor desa tengganau kecamatan pinggir kabupaten bengkalis yang dibuka langsung oleh Pj kepala desa Zamri Hairi S.Sos, melalui sekretaris desa tengganau Efendi, SH. pada hari kamis (7/5/2026), Dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi kepada TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128, Kodim 0303/Bengkalis yang sudah hadir bersama kami dengan masyarakat desa tengganau dalam rangka memberikan penyuluhan bahaya Karhutla.
Sekretaris desa tengganau Efendi, mengajak agar masyarakat meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap bahaya Karhutla yang kerap terjadi saat musim kemarau.
Ia menambahkan, Melalui penyuluhan ini diharapkan masyarakat memahami dampak Karhutla dan bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari kebakaran lahan,” ujar Efendi.
Sementara itu Kodim 0303/Bengkalis Sertu Sariaman Pasaribu menyampaikan, Di Riau 99% Karhutla disebabkan ulah manusia, diantaranya, Pembakaran lahan untuk membuka kebun, buang puntung rokok, atau bakar sampah sembarangan bisa menjadi awal bencana besar.
Dan perlu diketahui bahwa para pelaku pembakaran hutan dan lahan atau Karhutla ada ancaman pidana penjara serta denda ratusan juta.
Jadi untuk mencegahnya, itu tugas kita bersama: dengan tidak melakukan pembakaran lahan, Jangan buang puntung rokok di lahan kering atau semak menjaga air di lahan gambut supaya tanah tetap lembab.ujar Sertu Sariaman Pasaribu.
Dalam kesempatan tersebut, Sertu Sariaman Pasaribu juga berpesan, Kalau lihat asap atau titik api, segera lapor ke RT, Polsek, BPBD. setempat.
Karna kalau terjadi karhutla akan merugikan kita semua, Satu percikan saja api bisa menghanguskan puluhan hektar, untuk itu, mari jaga lahan kita, jaga udara kita, jaga masa depan anak cucu kita.pungkasnya.
Penyuluhan dihadiri perangkat desa, Ketua RT/RW, serta masyarakat Desa Tengganau. Turut hadir perwakilan Kodim 0303/Bengkalis Sertu Sariaman Pasaribu, Bhabinkamtibmas Desa Tengganau Aipda Dalan Dauruk, perwakilan BPBD Kecamatan Pinggir Muhammad Hadiran, serta personel Damkar Kecamatan Pinggir.
(Linda Kaffi)


.png)