Iklan

Rabu, 08 April 2026, April 08, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-08T11:35:23Z
BengkalisDaerahPeristiwa.

DUKA MENDALAM! Anak Tega Habisi Ayah Kandung Sendiri di Bengkalis, Leher Korban Nyaris Putus.

Mulai dapatkan penghasilan Dari HP anda disini:

banner image

BENGKALIS – peristiwa-24.id
Peristiwa memilukan mengguncang warga Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis. Seorang ayah, Rijal Pasaribu (47), tewas secara tragis di tangan anak kandungnya sendiri dalam kejadian yang terjadi pada Selasa (7/4/2026) siang.

Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si., mengungkapkan bahwa kasus ini terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan masyarakat sekitar pukul 13.19 WIB. Tanpa menunggu lama, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan cepat.

Sesampainya di tempat kejadian perkara, aparat menemukan korban dalam kondisi mengenaskan di dalam kamar rumahnya. Luka parah akibat bacokan di bagian kepala dan leher membuat korban meninggal dunia di tempat. Bahkan, kondisi korban disebut sangat tragis dengan bagian leher hampir terputus.

Diduga Dipicu Konflik Keluarga
Dari keterangan saksi, sebelum kejadian sempat terjadi pertengkaran antara korban dan istrinya pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB terkait masalah uang. Setelah cekcok, sang istri pergi ke ladang, meninggalkan korban bersama anaknya di rumah.

Diduga kuat, pelaku yang merupakan anak kandung korban berinisial R.M.M.P. (19) kemudian melakukan aksi nekatnya sekitar pukul 13.00 WIB. Saat korban tertidur, pelaku mengambil parang dari gudang dan langsung menyerang korban secara brutal.

Serangan Brutal Tanpa Ampun
Korban mengalami luka terbuka di kepala, leher, dan dada, disertai patah tulang tengkorak serta leher. Hasil visum sementara menguatkan bahwa serangan dilakukan berkali-kali dengan kekerasan tinggi.

Pelaku Langsung Diamankan
Tak lama setelah kejadian, tim Reskrim Polsek Pinggir yang dipimpin IPTU Donni Widodo Siagian berhasil mengamankan pelaku di lokasi. Saat ini, pelaku telah dibawa ke Polsek Pinggir untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Sementara itu, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Mandau guna proses visum et repertum sebagai bagian dari penyelidikan lebih lanjut.

Motif Masih Didalami
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif pasti di balik pembunuhan tragis tersebut. Dugaan sementara mengarah pada konflik keluarga yang memuncak menjadi aksi kekerasan fatal.

Polisi memastikan situasi di lokasi tetap aman dan mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak—ketika konflik keluarga tak terkendali, nyawa pun bisa melayang.

(Linda Kaffi)