Iklan

Rabu, 11 Maret 2026, Maret 11, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-11T09:31:48Z

Muba Membara, Hukum Terbeli? GPP Sumsel Siapkan Demo Besar Bongkar Operasi Senyap Polsek Keluang.

Mulai dapatkan penghasilan Dari HP anda disini:

banner image

MUBA  Sumatra Selatan Peristiwa24. Id – Tabir gelap di balik maraknya insiden ledakan sumur minyak ilegal (illegal drilling) di Kecamatan Keluang, Musi Banyuasin, mulai tersingkap. Bukan karena minimnya kejadian, namun diduga kuat karena adanya "operasi senyap" pembungkaman informasi yang melibatkan oknum pimpinan di Polsek Keluang.


Gabungan Pemuda Peduli (GPP) Sumsel melontarkan tudingan keras bahwa setiap kali lidah api menjilat langit di lahan HGU PT Hindoli termasuk ledakan terbaru di lokasi Cobra 2 pada Senin (09/03/2026) terjadi pergerakan bawah tanah untuk menyuap para pemburu berita dan aktivis.


"Uang Tutup Mulut" Berjamaah


Informasi yang dihimpun mengungkap pola yang mengerikan: Kapolsek, Kanit Reskrim, hingga Kanit Intel Polsek Keluang diduga rutin mengirimkan "uang koordinasi" atau uang tutup mulut kepada kelompok wartawan dan LSM di Musi Banyuasin. Nilainya tidak main-main, berkisar dari jutaan hingga puluhan juta rupiah per kelompok.


"Kami punya bukti transfer dan tangkapan layar percakapan (chat) dari Kanit Intel yang menyuap oknum wartawan serta LSM. Ini alasan kenapa kebakaran di Keluang jarang terekspos ke publik, kecuali jika 'jatah' mereka macet, barulah berita itu diviralkan sebagai alat tawar," ungkap juru bicara GPP Sumsel dengan nada geram.


Hukum yang Terbeli?


Skandal ini menjelaskan mengapa wilayah Keluang seolah menjadi zona tak tersentuh bagi para mafia minyak ilegal. GPP Sumsel menilai, tindakan oknum polisi ini telah merusak integritas Polri dan menjadikan nyawa pekerja sumur sebagai komoditas yang bisa dibayar dengan rupiah.


Keterlibatan oknum anggota polisi berinisial (A) sebagai terduga pemilik sumur yang meledak semakin memperkeruh situasi. GPP Sumsel mendesak agar Kapolda Sumsel tidak hanya mencopot A, tetapi juga memeriksa seluruh jajaran Polsek Keluang yang diduga terlibat dalam pusaran suap pembungkaman media ini.


Ancaman Demo Besar di Mapolda Sumsel


Tak ingin kasus ini menguap, GPP Sumsel mengultimatum Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, untuk segera melakukan "bersih-bersih" total di wilayah hukum Polres Muba.


"Kami tidak akan membiarkan kebenaran dibeli dengan uang receh hasil minyak ilegal! Bukti transfer sudah di tangan, tinggal tunggu waktu kami geruduk Mapolda Sumsel. Pecat A dan sikat oknum pembungkam media di Polsek Keluang!" tegasnya.


Hingga saat ini, pihak Polsek Keluang maupun Polres Muba belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan suap dan bukti transfer yang diklaim oleh GPP Sumsel tersebut. Publik kini menanti, apakah hukum akan tegak atau justru ikut luluh dalam siraman uang suap "emas hitam".


Pewarta : Red Tim