SIAK KECIL – Peristiwa-24.id
Kabupaten Bengkalis kembali mencuri perhatian dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso menghadiri Panen Raya TNI yang digelar di Desa Sepotong, Kecamatan Siak Kecil, Jumat (17/7/2026), sebagai bukti nyata sinergi pemerintah, TNI, Polri, dan para petani dalam mendorong terwujudnya swasembada pangan Indonesia.
Kegiatan strategis tersebut dihadiri oleh Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan, Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Agustatius Sitepu, serta jajaran Forkopimda dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
Momentum panen raya semakin bersejarah karena seluruh peserta juga mengikuti Panen Raya Nasional secara virtual yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dari Lanud Abdulrachman Saleh, Kota Malang, Jawa Timur. Agenda ini menjadi simbol kuat komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat terwujudnya ketahanan pangan nasional.
Di hamparan sawah seluas 50 hektare, padi varietas Cibatu berhasil dipanen dengan estimasi produktivitas mencapai 6,7 ton gabah per hektare. Capaian tersebut dinilai sangat menggembirakan karena didukung penerapan Indeks Pertanaman (IP) 200, yang memungkinkan petani melakukan dua kali musim tanam dalam setahun.
Tak hanya melakukan panen bersama, pemerintah juga menyerahkan bantuan berupa modal usaha tunai dan mesin perontok padi kepada kelompok tani di Kecamatan Siak Kecil. Bantuan yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pertanian RI itu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mempercepat modernisasi sektor pertanian.
Wakil Bupati Bagus Santoso menegaskan bahwa hasil panen tersebut menjadi bukti nyata besarnya potensi pertanian Bengkalis dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
“Produktivitas ini menunjukkan bahwa Bengkalis memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi padi. Dengan dukungan pemerintah, sinergi TNI-Polri, serta semangat para petani, kami optimistis target swasembada pangan dapat diwujudkan secara bertahap,” ujarnya.
Meski demikian, Bagus mengungkapkan bahwa tantangan masih cukup besar. Saat ini kebutuhan konsumsi beras masyarakat Bengkalis mencapai sekitar 60 ribu ton per tahun, sementara produksi daerah baru mampu memenuhi sekitar 20 hingga 30 ribu ton setiap tahunnya.
“Artinya masih ada kekurangan yang harus dipenuhi dari luar daerah. Inilah yang menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian agar Bengkalis mampu berdiri di atas kekuatan pangannya sendiri,” jelasnya.
Sementara itu, Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan memberikan apresiasi terhadap keberhasilan para petani serta menegaskan komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Bengkalis.
Menurutnya, lahan pertanian di Desa Sepotong memiliki potensi yang sangat baik dan harus dijaga keberlangsungannya.
“Kami berharap masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus mempertahankan lahan pertanian ini. Jangan sampai terjadi alih fungsi lahan karena sawah seperti inilah yang akan menjadi benteng ketahanan pangan di masa depan,” tegas Kasdam.
Turut mendampingi Wakil Bupati dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Asep Setiawan, Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Haris Nur Priatno, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis. (Linda Kaffi)
#DISKOMINFOTIK


