Karhutla 80 Hektare di Perbatasan Mandau – Pinggir Berhasil Dipadamkan, Ratusan Personel Gabungan Berjibaku Selama Tiga Hari



Bengkalis, Peristiwa24.id -

Upaya tanpa henti dilakukan tim gabungan dalam memerangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan perbatasan Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, dengan Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Memasuki hari ketiga, Jumat (17/7/2026), proses pemadaman dan pendinginan akhirnya membuahkan hasil setelah api berhasil dipadamkan, meski kepulan asap masih terlihat dari sejumlah titik di lokasi.

Kebakaran yang melanda lahan masyarakat tersebut diperkirakan telah menghanguskan sekitar 80 hektare area yang didominasi semak belukar serta tanaman kelapa sawit yang tidak lagi terawat. Kondisi tanah yang kering ditambah cuaca panas dan tiupan angin kencang membuat kobaran api cepat meluas dan menyulitkan proses pemadaman.

Operasi pemadaman melibatkan kekuatan besar dari berbagai instansi. Personel Polsek Mandau, Polsek Pinggir, Koramil 03 Mandau, Manggala Agni Daops Dumai, Daops Siak, Daops Pekanbaru, BPBD Provinsi Riau, BPBD Kabupaten Bengkalis, BKO Sabhara Polres Bengkalis, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta aparat kelurahan bahu-membahu memadamkan api dan melakukan pendinginan di lokasi.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga melaksanakan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), pendataan saksi-saksi, dokumentasi, serta penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran. Hingga saat ini, identitas pemilik lahan maupun penyebab terjadinya Karhutla masih dalam proses penyelidikan.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan mengerahkan berbagai peralatan, mulai dari 8 unit mini striker, 1 unit mesin Shibaura, puluhan rol selang pemadam, 12 nozzle, hingga dukungan 3 unit water bombing untuk mempercepat proses pemadaman dari udara.

Petugas juga mencatat terdapat delapan titik hotspot dalam satu kawasan kebakaran. Sumber air untuk proses pemadaman diperoleh dari kanal yang berada di sekitar lokasi.

Meski akses menuju lokasi hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan kendaraan kecil roda empat, semangat personel gabungan tidak surut. Mereka berjibaku sejak pagi hingga sore demi memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Sekitar pukul 17.00 WIB, kegiatan pendinginan dinyatakan selesai. Api telah berhasil dipadamkan, namun masih terdapat sisa asap yang keluar dari lahan bekas terbakar sehingga pemantauan akan terus dilakukan guna mengantisipasi munculnya titik api baru.

Keberhasilan operasi ini menjadi bukti kuatnya sinergi lintas instansi dalam menghadapi ancaman Karhutla di Kabupaten Bengkalis. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api, demi mencegah bencana asap yang lebih luas dan menjaga kelestarian lingkungan. (Linda Kaffi)
Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan



نموذج الاتصال