Polri Tancap Gas Reformasi Pendidikan, Kurikulum Berbasis HAM, AI, dan Big Data Resmi Diterapkan 2027

 


SEMARANG | Peristiwa24.id

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan komitmen Polri mempercepat transformasi pendidikan. Reformasi ini menjadi fondasi untuk mencetak sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, adaptif, dan berintegritas.

Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri tiga agenda strategis di Akademi Kepolisian atau Akpol. Ketiganya adalah Analisis dan Evaluasi Pendidikan dan Pelatihan Semester I Tahun 2026, peresmian Kelas Tematik Akpol, dan peresmian Laboratorium Sosial Sains Kepolisian.

Menurut Wakapolri, Anev Semester I menjadi momentum menyusun desain baru sistem pendidikan Polri. Desain tersebut ditargetkan mulai diterapkan pada tahun 2027.

"Seluruh kurikulum pendidikan Polri sedang didesain ulang agar sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 dan rekomendasi reformasi kepolisian. Pendidikan Polri ke depan harus semakin berbasis hak asasi manusia, memperkuat kompetensi, profesionalisme, serta menjawab tantangan perkembangan zaman," ujar Wakapolri.

Reformasi kurikulum mencakup seluruh jenjang pendidikan. Mulai dari pendidikan pembentukan hingga pendidikan pengembangan pertama, menengah, dan tinggi. Kurikulum baru juga akan diterapkan pada Bintara Polri, Bintara SPKT, Brimob, Polair, hingga Intelijen.

Dalam kesempatan itu Wakapolri meresmikan Kelas Tematik Akpol. Kelas ini merupakan inovasi pembelajaran yang menampilkan representasi fungsi-fungsi utama kepolisian.

Ke depan konsep tersebut akan diperluas ke seluruh Polda. Kelas tematik akan menampilkan karakteristik wilayah, kearifan lokal, serta memanfaatkan big data sebagai media pembelajaran taruna.

"Kami menyiapkan taruna sebagai first line supervisor sekaligus calon pemimpin Polri masa depan. Karena mayoritas merupakan generasi Z dan generasi Alpha, proses pembelajaran harus dekat dengan digitalisasi, pengambilan keputusan berbasis data, analisis berbasis artificial intelligence atau AI, serta kemampuan berpikir komprehensif dan holistik," jelasnya.

Wakapolri juga meresmikan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian. Laboratorium ini menjadi salah satu laboratorium kepolisian modern di kawasan Asia yang dikembangkan dengan teknologi digital, big data, dan kecerdasan buatan.

Laboratorium tersebut akan menjadi pusat pengembangan analisis sosial kepolisian. Tujuannya untuk memperkuat budaya pengambilan keputusan berbasis bukti atau evidence-based policing, yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun hukum.

Transformasi juga menyasar jenjang pendidikan kepemimpinan. Di Sekolah Staf dan Pimpinan atau Sespim, Polri menyiapkan pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital.

Laboratorium ini disiapkan sebagai sarana pembelajaran bagi middle manager dan top manager. Dengan begitu para pemimpin Polri dapat mengambil keputusan lebih cepat, tepat, efektif, efisien, dan berbasis data.

"Ini merupakan komitmen Polri untuk terus membangun SDM yang unggul melalui reformasi pendidikan, reformasi kultur organisasi, dan penguatan kompetensi personel. Semua ini dilakukan untuk menjawab harapan masyarakat sekaligus menghadapi dinamika tantangan global, regional, maupun nasional," tutup Wakapolri.  (K.Sumut)

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan



نموذج الاتصال