Bengkalis,Peristiwa24.id -
Kasus pembunuhan tragis yang mengguncang warga Desa Tasik Serai, Kecamatan Pinggir, kini memasuki babak baru. Aparat Polres Bengkalis mulai mendalami kondisi kejiwaan tersangka yang tak lain adalah anak kandung korban.
Langkah serius diambil dengan menerjunkan tim ahli dari Polda Riau untuk melakukan asesmen psikologis secara menyeluruh terhadap pelaku.
Pemeriksaan ini bukan sekadar formalitas. Tim Psikologi melakukan serangkaian metode ilmiah, mulai dari wawancara mendalam, observasi perilaku, hingga tes psikologi guna mengungkap kondisi mental, stabilitas emosi, serta kemungkinan faktor pemicu di balik aksi kekerasan yang menggemparkan ini.
Kasus ini menyita perhatian publik karena hubungan pelaku dan korban yang sangat dekat—seorang anak yang tega menghabisi nyawa orang tuanya sendiri.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa pendekatan ini penting agar penanganan perkara tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga mempertimbangkan kondisi psikologis tersangka secara komprehensif.
Hasil dari pemeriksaan kejiwaan ini nantinya akan menjadi bahan penting dalam proses hukum, termasuk dalam menentukan langkah lanjutan terhadap tersangka.
Saat ini, pelaku masih diamankan di Mapolres Bengkalis dan menjalani proses penyidikan intensif sambil menunggu hasil lengkap dari tim psikologi.
Peristiwa memilukan ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mental, terutama dalam lingkungan keluarga.
“Penanganan kasus harus menyeluruh, termasuk melihat kondisi psikologis pelaku,” tegas pihak kepolisian.
Tragedi ini bukan hanya soal hukum—tetapi juga cermin betapa pentingnya perhatian terhadap kondisi mental sebelum semuanya terlambat.
(Linda Kaffi)
.png)
