Pekanbaru,Peristiwa24.id -
Polda Riau resmi mengusung program "Riau Cerah Presisi" sebagai strategi baru dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. Program ini mengedepankan 3 pilar utama: Mencegah, Merawat, dan Menghijaukan.
Launching program ditandai dengan dirilisnya logo resmi yang memuat tagline “Dari Data Kita Mencegah, Melalui Kolaborasi Kita Merawat, Dan Melalui Aksi Kita Hijaukan, Bersama Wujudkan Riau Cerah”
Kapolda Riau Irjen Pol .DR Herry Herdiana, S.I.K., M.H., M.Si menyampaikan, program ini menjadi komitmen Polda Riau dalam mewujudkan Riau yang bebas asap dan lingkungan yang lebih hijau.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Melalui Riau Cerah Presisi kita ajak semua elemen bergerak bersama, berbasis data, kolaborasi, dan aksi nyata di lapangan,” ujar Kapolda Riau.
Pilar Utama Riau Cerah Presisi
Mencegah Dari data kita mencegah Fokus pada pemantauan dini melalui data satelit, hotspot Nasa, dan patroli udara. Tujuannya agar api bisa dipadamkan sebelum meluas.
Merawat Melalui kolaborasi kita merawat
Menguatkan sinergitas antara TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA, Pemda, Perusahaan, dan Masyarakat. Koordinasi dan kerja sama jadi kunci utama.
Hijaukan Melalui aksi kita hijaukan Gerakan penanaman pohon, rehabilitasi lahan gambut, dan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Libatkan Seluruh Satker Dan Polres Jajaran
Program ini akan dijalankan oleh seluruh satuan kerja di Polda Riau dan Polres jajaran hingga ke tingkat Polsek. Dirbinmas Polda Riau Kombes Pol. Budi Setiawan , S.I.K ditunjuk sebagai koordinator pelaksana di lapangan bersama tim Binmas.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol. Anom Wicaksono , S.I.K menambahkan, sosialisasi masif akan dilakukan melalui media, sekolah, desa, dan perusahaan.
“Harapannya masyarakat paham bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Riau Cerah adalah milik kita semua ,” jelas Kabid Humas.
Polda Riau juga menggandeng tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuka agama untuk menjadi duta lingkungan dalam program ini.
Bersama Wujudkan Riau Cerah", Polda Riau berharap program ini mampu menekan angka karhutla secara signifikan di tahun 2026.
Linda kaffi


