Nias Utara,Peristiwa24.id -
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Tuhemberua, Desa Silimabanua, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, kembali menjadi sorotan setelah pihak sekolah menyebut persoalan kualitas makanan telah terjadi sebanyak tiga kali berturut-turut,18/8/2026.
Selain keluhan dari pihak sekolah, Aktivis Kepulauan Nias, Darmawan Zalukhu, turut menyoroti kondisi tersebut. Ia meminta penyelenggara MBG memastikan makanan yang diberikan kepada siswa memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi.
Kepala SMAN 1 Tuhemberua, Yunifati Gea, S.Pd., membenarkan bahwa persoalan kualitas makanan MBG telah terjadi tiga kali sejak pihak sekolah bekerja sama dengan dapur SPPG.
Berdasarkan catatan pihak sekolah, persoalan tersebut meliputi:
1. Kejadian pertama: lauk ikan lele yang dibagikan disebut berbau dan diduga tidak layak dikonsumsi.
2. Kejadian kedua: sayur yang disalurkan kepada siswa disebut sudah basi.
3. Kejadian ketiga: pada Jumat, 14 Agustus 2026, buah naga yang dibagikan diduga sudah tidak segar. Kejadian tersebut bahkan sempat direkam dalam video dan beredar di grup guru.
“Ini sudah peringatan ketiga. Jika terulang lagi, kami akan putus kerja sama dan laporkan ke pihak berwenang. Bahkan kami akan sebarkan ke media sosial agar publik tahu,” tegas Yunifati Gea saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (18/8/2026).
Menurut Yunifati, Kepala SPPG Pasrah Jaya Gea sempat meminta agar persoalan tersebut tidak diviralkan dan terlebih dahulu dikonfirmasi secara langsung sehingga makanan dapat diganti.
Namun, pihak sekolah menilai langkah tersebut sulit dilakukan karena makanan telah terlanjur dibagikan kepada siswa.
JANGAN JADIKAN SISWA KELINCI PERCOBAAN
Aktivis Kepulauan Nias, Darmawan Zalukhu, mengecam adanya persoalan yang disebut terjadi berulang tersebut.
Menurutnya, Program MBG merupakan program strategis pemerintah yang menyangkut kebutuhan gizi peserta didik. Karena itu, pengawasan terhadap kualitas makanan harus dilakukan secara serius.
“Kami sangat menyayangkan. Jangan jadikan anak-anak kita di Nias Utara sebagai kelinci percobaan. MBG ini tujuannya untuk meningkatkan gizi dan prestasi siswa, bukan malah membahayakan kesehatan mereka,” ujar Darmawan.
Ia mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Kabupaten Nias Utara segera melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan MBG di wilayah Tuhemberua, termasuk memastikan standar keamanan pangan benar-benar diterapkan.
“Jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya kelalaian yang berulang dan membahayakan siswa, harus ada sanksi tegas sesuai ketentuan. Jangan menunggu sampai terjadi kejadian yang lebih serius baru dilakukan evaluasi,” tegasnya.
Darmawan juga mengapresiasi sikap Kepala Sekolah yang menyampaikan persoalan tersebut secara terbuka.
“Ini bentuk tanggung jawab. Sekolah tidak boleh diam ketika hak siswa untuk mendapatkan makanan yang aman dan bergizi dipertanyakan,” tambahnya.
TANGGAPAN KORWIL SPPG
Koordinator Wilayah SPPG, Desman Harefa, saat dikonfirmasi mengaku bahwa persoalan tersebut telah dilaporkan kepada KPPG dan pihaknya masih menunggu proses validasi.
“Kita tunggu validitas laporannya dulu ya, Bang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Pasrah Jaya Gea hingga berita ini ditayangkan belum memberikan tanggapan lebih lanjut. Pihaknya telah diberikan ruang dan hak jawab untuk memberikan klarifikasi atas persoalan tersebut.
DIDESAK SEGERA DIEVALUASI
Darmawan Zalukhu meminta pihak terkait tidak menganggap persoalan tersebut sebagai keluhan biasa, mengingat laporan dari pihak sekolah disebut telah terjadi sebanyak tiga kali.
Ia mendorong dilakukannya pemeriksaan langsung terhadap penyelenggara MBG, termasuk:
- inspeksi mendadak ke dapur SPPG Silimabanua;
- pemeriksaan bahan baku dan proses pengolahan makanan;
- evaluasi sistem penyimpanan dan distribusi makanan;
- pemeriksaan terhadap standar keamanan pangan; serta
- pemberian sanksi sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran.
“Program yang bagus jangan dirusak oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab. Rakyat Nias Utara berhak mendapatkan MBG yang layak, aman, dan bergizi,” tutup Darmawan.
Sumber: Kepala SMAN 1 Tuhemberua Yunifati Gea, S.Pd.; Aktivis Kepulauan Nias Darmawan Zalukhu; Korwil SPPG Desman Harefa.
(EY)



