PEMATANG SIANTAR, PERISTIWA24
Peristiwa pengeroyokan pada Jumat (20/5/2026) mengakibatkan Jaka Jannes Malau meregang nyawa sudah berjalan hampir satu bulan dan sampai saat ini POLRES Pematang Siantar baru hanya menangkap 2 pelaku .
Dari video yang beredar di media sosial tampak Korban dipukul dan ditendang sehingga darah mengucur dari wajahnya oleh sekolompok pria di tempat lokasi kejadian diseputaran taman bunga Kota pematang Siantar .
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat Garda Nasional (DPC LSM GARNAS )Kota Pematang Siantar mengutuk atas kejadian ini .
Dia mengatakan para pelaku seperti binatang yang tidak mempunyai rasa perikemanusiaan terhadap korban .
"Saya menyesalkan aksi bar bar dikota Pematang Siantar yang dipertontonkan sekelompok pria dari video yang beredar menghajar korban Sampai meninggal dunia",kata Hamdan
Dia mengatakan lokasi kejadian tidak jauh dari Porles Pematang Siantar hanya berjarak puluhan meter tapi kenapa peristiwa pengeroyokan ini tidak dapat dicegah .
"Kita melihat dari video yang beredar sempat terjadi kerumunan masa disertai kemacetan akibat peristiwa pengeroyokan ini,lucu juga notabene Porles Pematang Siantar tidak jauh dari lokasi ",pungkas Hamdan .
Hamdan menilai Porles Pematang Siantar tidak serius menangani kasus ini sehingga sudah hampir satu bulan kasus ini tidak selesai.
" Kami LSM GARNAS Kota Pematang Siantar akan mengirim surat kepada KAPOLDA Sumatera Utara Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H untuk mengambil alih kasus ini ,karena Kapolres Pematang Siantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak, S.H., S.I.K., M.H lambat mengungkap kasus ini dan meminta Polda Sumatera Utara merotasi para personil dijajaran Reserse Kriminal Porles Pematang Siantar "kata Hamdan .
Dia menambahkan kalau kasus ini tidak terungkap akan menimbulkan rasa tidak aman kepada masyarakat Kota Pematang Siantar karena hukum tidak dapat ditegakkan .



