Tangis di Balik Pintu Rumah: Amarah Suami Berujung Aniaya, Istri Jadi Korban di Mandau!

BENGKALIS – peristiwa-24.id
Suasana malam yang seharusnya tenang berubah menjadi mencekam di Kecamatan Mandau. Sebuah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali mengguncang warga, saat seorang suami tega melampiaskan amarahnya kepada istri sendiri.

Pria berinisial R.M. (27) kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah diamankan pihak kepolisian atas dugaan penganiayaan terhadap sang istri.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Mandau Primadona, S.I.K., M.Si mengungkapkan, peristiwa memilukan itu terjadi pada Minggu malam (29/3/2026) sekitar pukul 22.30 WIB di sebuah rumah di Jalan Jawa, Kelurahan Gajah Sakti.

“Pelaku berhasil diamankan pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB di Jalan Sejahtera, Desa Air Jamban, setelah tim opsnal mendapatkan informasi keberadaannya,” jelas Kapolsek.

Dari keterangan korban, insiden bermula dari konflik rumah tangga yang telah lama memanas. Korban sempat memilih meninggalkan rumah dan menginap di kediaman orang tuanya karena kecewa terhadap sikap suaminya. Namun, keputusan untuk kembali justru berujung petaka.

Emosi pelaku diduga memuncak saat melihat korban pulang. Tanpa kendali, pelaku menarik tangan korban secara paksa, menyeretnya keluar rumah, mencakar tubuh korban, hingga meludahi wajahnya. Tak hanya itu, korban juga diusir dan diantar kembali ke rumah orang tuanya dalam kondisi trauma.

Merasa tidak tahan dengan perlakuan tersebut, korban akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Mandau.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui seluruh perbuatannya. Saat ini, ia telah diamankan di Mapolsek Mandau untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Kasus ini kami proses sesuai hukum yang berlaku, yakni Pasal 44 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT,” tegas Kapolsek.

Pihak kepolisian turut mengimbau masyarakat agar tidak diam jika mengalami atau mengetahui tindakan kekerasan dalam rumah tangga. Keberanian melapor menjadi langkah penting untuk melindungi korban dan mencegah tragedi yang lebih besar.

Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras bahwa emosi yang tak terkendali dapat menghancurkan keluarga. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung, justru berubah menjadi sumber luka yang mendalam.

(Linda Kaffi)
Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan



نموذج الاتصال