Kabar yang beredar menyebutkan bahwa pelantikan bakal digelar pada hari Jumat mendatang. Momentum ini lantas dijuluki sebagai “Jumat Keramat”, sebuah istilah yang lazim menggambarkan kecemasan para pejabat akan nasib kursi jabatan mereka.
Pejabat Ketar-ketir, Spekulasi Liar Berkembang
Informasi ini langsung memicu spekulasi mengenai siapa saja yang akan terkena "sapu bersih" rotasi maupun yang mendapat berkah promosi dalam struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Meski atmosfer di perkantoran Pemkot tampak tenang, namun di balik layar, sejumlah nama pejabat disebut-sebut sedang harap-harap cemas menunggu kepastian posisi mereka.
Seorang sumber internal ASN yang meminta identitasnya dirahasiakan membenarkan bahwa isu ini telah menjadi buah bibir.
“Memang isu ini sudah sangat ramai diperbincangkan. Tapi kami masih menunggu instruksi resmi. Biasanya, jika sudah final, undangan akan disebar secara mendadak,” ungkapnya kepada media.
Sekda Belum Teken, BKPSDM Memilih Bungkam
Sekretaris Daerah (Sekda) Pagaralam, Zaily, saat dikonfirmasi memberikan jawaban yang penuh teka-teki. Ia mengaku hingga saat ini belum memegang berkas apapun untuk ditandatangani.
“Saya belum tahu dan belum menandatangani dokumen apapun soal isu mutasi itu. Namun, kemungkinan mutasi bisa saja terjadi kapan saja. Tanda tangan Sekda bisa saja dilakukan mendadak menjelang hari H,” tegas Zaily.
Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada Kepala BKPSDM Kota Pagaralam, Ali Akbar Fitriansyah, SE., M.Si, tidak membuahkan hasil. Panggilan telepon dan pesan singkat yang dikirimkan media guna mencari kejelasan terkait pelantikan eselon II dan III tersebut tidak direspon hingga berita ini dipublikasikan.
Publik Menuntut Transparansi
Masyarakat Kota Pagaralam berharap agar proses mutasi ini bukan sekadar bagi-bagi jatah atau kepentingan politik sesaat. Pengamat pemerintahan lokal menekankan bahwa penempatan pejabat haruslah berdasarkan kompetensi dan keilmuan (The Right Man on the Right Place).
"Momentum ini sangat strategis. Jika penempatan pejabat tidak sesuai kemampuan, maka roda pemerintahan akan lambat. Kita harap prosesnya transparan," ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Kini, publik menunggu apakah "Jumat Keramat" akan benar-benar menjadi hari pembuktian janji penyegaran birokrasi di Pagaralam, atau hanya sekadar isu yang lewat begitu saja.
Pewarta : Bahtum Tim



