Iklan

Selasa, 03 Maret 2026, Maret 03, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-03T09:33:08Z
BengkalisDaerahPolres Bengkalis menggelar Zoom Rapat Koordinasi (Rakor)Ramdhan

Polres Bengkalis Matangkan Pengamanan Idul Fitri 1447 H, Zoom Rakor Ops Ketupat 2026 Perkuat Sinergi Lintas Sektoral

Mulai dapatkan penghasilan Dari HP anda disini:

banner image
Bengkalis – peristiwa-24.id
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Polres Bengkalis menggelar Zoom Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026, Senin (2/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Ruang Command Center Polres Bengkalis, Jalan Pertanian, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

Rakor dipimpin langsung oleh Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si., dan dihadiri unsur Forkopimda serta perwakilan instansi terkait, di antaranya Kodim 0303 Bengkalis, Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, BPBD, Satpol PP, Dinas PUPR, serta Pejabat Utama Polres Bengkalis.

Dalam pemaparannya, Kapolres menegaskan bahwa dinamika situasi menjelang, saat, hingga pasca Idul Fitri memiliki tingkat kompleksitas tinggi. Berbagai rangkaian kegiatan seperti pembagian Tunjangan Hari Raya (THR), malam takbiran, pelaksanaan Salat Id, arus mudik dan balik, hingga normalisasi aktivitas perkantoran dan sekolah diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat secara signifikan.

Secara nasional, jumlah pemudik diproyeksikan mencapai ±143,91 juta orang. Arus pergerakan diprediksi terkonsentrasi dari Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Jawa Barat. Kepadatan diperkirakan terjadi di jalur utama Jawa–Sumatera, pelabuhan penyeberangan Merak–Bakauheni, bandara internasional, terminal, serta stasiun besar. Kondisi ini menuntut pengamanan terpadu, rekayasa lalu lintas adaptif, dan kesiapsiagaan terhadap potensi kecelakaan maupun gangguan akibat faktor cuaca.

Dari sisi kamtibmas, sejumlah potensi kerawanan turut menjadi perhatian, seperti pencurian rumah kosong, curanmor, jambret, hingga penipuan tiket dan travel ilegal. Selain itu, potensi tawuran remaja saat sahur on the road serta isu provokasi dalam ceramah keagamaan, khususnya jika terjadi perbedaan penetapan 1 Syawal, juga diantisipasi melalui langkah preventif dan pendekatan persuasif.

Momentum Idul Fitri tahun ini yang beririsan dengan Hari Raya Nyepi dan perayaan Cap Go Meh dinilai memiliki potensi gesekan sosial apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, komunikasi publik yang efektif dan pengamanan humanis menjadi strategi utama guna menjaga kondusivitas wilayah.

Dari aspek ekonomi, meskipun harga bahan pokok relatif stabil, sejumlah komoditas seperti bawang merah, cabai rawit merah, daging ayam ras, telur, dan minyak goreng mengalami kenaikan akibat peningkatan permintaan serta kendala distribusi dan cuaca. Pengawasan distribusi, operasi pasar, serta langkah stabilisasi harga akan terus dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Selain itu, potensi aksi buruh terkait tuntutan pembayaran THR dan isu ketenagakerjaan juga menjadi perhatian. Aparat keamanan menegaskan komitmen untuk mengawal aspirasi masyarakat secara humanis agar tetap tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.

Aspek kebencanaan turut menjadi fokus pembahasan, mengingat potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, dan longsor di sejumlah wilayah selama Maret 2026. Faktor monsun Asia, MJO, gelombang atmosfer, serta potensi siklon tropis dapat berdampak pada kelancaran transportasi dan aktivitas ibadah masyarakat.

Melalui sinergi lintas sektoral antara Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi perhubungan, BMKG, BNPB, serta seluruh pemangku kepentingan, diharapkan deteksi dini, pemetaan kerawanan, pola pengamanan berlapis, dan kesiapsiagaan tanggap darurat dapat berjalan optimal.

Secara umum, situasi menjelang dan pasca Idul Fitri 1447 H diperkirakan tetap kondusif. Namun demikian, seluruh pihak diminta tetap waspada terhadap potensi eskalasi apabila tidak dikelola secara komprehensif. Dengan penguatan fungsi intelijen, pengamanan preventif dan represif yang proporsional, stabilisasi ekonomi, mitigasi bencana, serta pendekatan humanis kepada masyarakat, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Kabupaten Bengkalis diharapkan berjalan aman, tertib, dan lancar.

(Linda Kaffi)