Wakapolri Raih Penghargaan "The Visionary Leader of National Security", Unissula Apresiasi Reformasi dan Transformasi Polri

 


JAKARTA | Peristiwa24.id

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menerima penghargaan bergengsi dari kalangan akademisi. Penghargaan diberikan atas komitmennya dalam mengakselerasi reformasi dan transformasi Polri.

Penganugerahan dilakukan oleh Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung atau Unissula. Penghargaan bertajuk _The Visionary Leader of National Security_ diserahkan langsung oleh Rektor Unissula, Prof. H. Gunarto, S.H., M.H.

Penyerahan berlangsung saat audiensi di Ruang Rapat Wakapolri, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (8/7/2026). Wakapolri didampingi Kasatgas Pusat Studi Kepolisian Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh R., M.Si., Sekretaris Percepatan Reformasi Polri Irjen Pol. Kristiono, S.I.K., M.Si., dan Dir PPA-PPO Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, M.Si.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Rektor Unissula beserta rombongan. Pertemuan ini sekaligus menjadi ruang diskusi penguatan kolaborasi Polri dengan dunia akademik.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan akademik. Unissula menilai kepemimpinan Wakapolri berhasil mendorong reformasi kelembagaan Polri secara visioner.

Beberapa capaian yang menjadi dasar pemberian penghargaan antara lain penguatan kualitas sumber daya manusia, transformasi pendidikan kepolisian, dan pengembangan scientific policing.

Selain itu, dinilai juga pembangunan kolaborasi strategis antara institusi kepolisian dan perguruan tinggi. Kolaborasi ini dinilai menjadi fondasi penguatan sistem keamanan nasional.

Rektor Unissula Prof. H. Gunarto, S.H., M.H., menjelaskan alasan pemberian penghargaan tersebut. Penilaian dilakukan berdasarkan arah pembaruan yang sedang dijalankan Polri.

"Fakultas Hukum Unissula menganugerahkan penghargaan The Visionary Leader of National Security kepada Bapak Wakapolri karena kami menilai beliau berhasil menghadirkan paradigma baru dalam pembangunan institusi Polri," ujar Prof. Gunarto.

Ia merinci sejumlah langkah visioner yang dimaksud. Di antaranya reformasi pendidikan kepolisian, penguatan kualitas SDM, dan pengembangan scientific policing.

"Transformasi STIK-PTIK menuju Universitas Kepolisian, hingga pembentukan jejaring Pusat Studi Kepolisian bersama perguruan tinggi merupakan langkah yang menunjukkan bahwa keamanan nasional harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi," lanjut Prof. Gunarto.

Menurut Rektor, kepemimpinan visioner harus mampu menjawab tantangan saat ini sekaligus menyiapkan institusi untuk masa depan.

"Apa yang sedang dilakukan Bapak Wakapolri merupakan investasi jangka panjang bagi lahirnya Polri yang semakin profesional, adaptif, humanis, serta mampu menjawab dinamika keamanan global melalui kolaborasi dengan dunia akademik," katanya.

Atas dasar itu, penghargaan ini dipersembahkan sebagai bentuk penghormatan akademik. Sekaligus sebagai dukungan terhadap arah reformasi dan transformasi Polri.

Di bawah koordinasi Wakapolri pada bidang pembinaan organisasi, Polri saat ini menjalankan berbagai agenda strategis. Salah satunya pengembangan Laboratorium Kepemimpinan Digital di Sespim Polri.

Laboratorium tersebut bertujuan membentuk pemimpin yang adaptif di era digital. Selain itu juga dibangun Laboratorium Sosial di Akademi Kepolisian sebagai wahana penerapan scientific policing.

Agenda strategis lainnya adalah transformasi STIK-PTIK menjadi Universitas Kepolisian atau UNIPOL. Polri juga membentuk Pusat Studi Kepolisian bersama 77 perguruan tinggi di Indonesia.

Reformasi kurikulum pendidikan juga terus dilakukan. Kurikulum baru berorientasi pada hak asasi manusia, kepemimpinan, dan pelayanan publik. Kompetensi penyidik pun ditingkatkan melalui program sertifikasi nasional.

Berbagai transformasi ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan Polri menghadapi tantangan keamanan kontemporer. Termasuk penanganan tindak pidana siber, perlindungan perempuan dan anak, serta pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

Menerima penghargaan tersebut, Wakapolri menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Hukum Unissula. Ia menyebut penghargaan ini merupakan kehormatan bagi seluruh insan Polri.

"Transformasi Polri tidak mungkin dilakukan sendiri. Kami membutuhkan kemitraan dengan perguruan tinggi agar setiap kebijakan, sistem pendidikan, dan penegakan hukum semakin berbasis riset, ilmu pengetahuan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat," ujar Wakapolri.

"Kolaborasi akademik adalah bagian penting dalam membangun Polri yang semakin profesional, modern, dan dipercaya publik," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unissula juga mengundang Wakapolri menjadi keynote speaker. Undangan tersebut untuk Seminar Internasional Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Seminar internasional itu akan digelar pada 30 Juli 2026. Forum ini akan menghadirkan delegasi dari 18 negara di lima benua untuk membahas strategi penanganan kejahatan transnasional.

Wakapolri menyambut baik undangan tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi internasional dan kemitraan dengan dunia akademik penting untuk memperkuat kapasitas Polri.

Audiensi ini menegaskan bahwa hubungan Polri dan Unissula telah berkembang. Dari kemitraan kelembagaan menjadi kolaborasi strategis dalam pengembangan ilmu kepolisian dan kebijakan berbasis riset.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung reformasi Polri menuju institusi yang semakin profesional, modern, humanis, dan presisi.  (KS)

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan



نموذج الاتصال