BENGKALIS – peristiwa-24.id
Impian masyarakat untuk memiliki akses penghubung yang aman dan layak akhirnya menjadi kenyataan. Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Polda Riau resmi hadir menghubungkan Desa Ketam Putih dengan Desa Pematang Duku Timur, Kecamatan Bengkalis, membawa harapan baru bagi ribuan warga yang selama ini mendambakan kemudahan akses transportasi.
Peresmian jembatan berlangsung di Jalan Simpang Tiga Dusun Sungai Seliau, Desa Ketam Putih, Rabu (8/7/2026), bersamaan dengan peresmian 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di seluruh Provinsi Riau. Kegiatan dipusatkan di Kota Dumai dan diikuti secara virtual oleh seluruh jajaran Polres se-Riau, serta dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.
Mewakili Kapolres Bengkalis, Wakapolres Bengkalis Kompol Noak Pembina Aritonang, S.I.K. menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bukti nyata komitmen Polri Presisi dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan keamanan, tetapi juga melalui pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan warga.
“Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik. Ini adalah penghubung harapan, penggerak ekonomi, sekaligus jalan yang akan mempermudah anak-anak menuju sekolah dan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Selama ini, masyarakat harus menempuh jalur yang lebih jauh untuk berpindah dari satu desa ke desa lainnya. Kini, dengan hadirnya Jembatan Merah Putih Presisi, mobilitas warga menjadi lebih cepat, aman, dan efisien sehingga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polda Riau dan Polres Bengkalis. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bengkalis H. Hambali, S.Pd.I. menyebut program pembangunan jembatan ini sebagai bukti nyata sinergi antara Polri dan pemerintah dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
Menurutnya, kehadiran Jembatan Merah Putih Presisi menunjukkan bahwa Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir sebagai motor penggerak pembangunan yang dampaknya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.
Kini, Jembatan Merah Putih Presisi menjadi simbol persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Lebih dari sekadar menghubungkan dua desa, jembatan ini diharapkan menjadi penghubung masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus di Kabupaten Bengkalis. (Linda Kaffi)


