Semangat kebangkitan ekonomi kerakyatan bergema dalam Upacara Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Kabupaten Bengkalis. Bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso menegaskan bahwa koperasi kini bukan lagi sekadar wadah simpan pinjam, melainkan telah bertransformasi menjadi kekuatan strategis yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat menuju Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.
Dalam amanatnya, Bagus Santoso membacakan sambutan Menteri Koperasi Republik Indonesia Dr. Ferry Julianto, yang memberikan apresiasi kepada seluruh insan koperasi, mulai dari pengurus, pengawas, pengelola, anggota hingga para pegiat koperasi yang terus menjaga eksistensi dan mengembangkan koperasi di tengah berbagai tantangan ekonomi.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh insan koperasi yang dengan penuh dedikasi terus mengembangkan koperasi di daerah. Pengabdian ini merupakan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bagus.
Menurutnya, Hari Koperasi bukan hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi momentum penting untuk memperkuat kembali peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, koperasi dinilai memiliki peran vital dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, memperluas kesempatan usaha, dan menciptakan pertumbuhan yang lebih merata.
Bagus juga mengingatkan kembali pemikiran Bung Hatta, Bapak Koperasi Indonesia, yang menempatkan koperasi sebagai usaha bersama yang dibangun atas semangat gotong royong dan asas kekeluargaan.
“Keberhasilan koperasi bukan hanya diukur dari besarnya keuntungan, tetapi dari sejauh mana koperasi mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa semangat tersebut kini diwujudkan melalui kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menjadikan koperasi sebagai instrumen utama pembangunan ekonomi rakyat, salah satunya melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Secara nasional, lebih dari 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk dan sebagian telah beroperasi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran koperasi tersebut diharapkan mampu memangkas rantai distribusi, memperluas akses pembiayaan, sekaligus meningkatkan pemasaran produk-produk lokal.
Tak hanya itu, pemerintah juga terus mendorong lahirnya koperasi sektor produksi yang mampu menjadi motor industrialisasi rakyat, mulai dari koperasi pengelola SPBUN bagi nelayan, koperasi pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), hingga koperasi yang bergerak di berbagai sektor usaha produktif.
“Koperasi juga harus mampu menjadi pelaku utama hilirisasi kelapa sawit sehingga tidak lagi hanya menjual bahan mentah, tetapi menghasilkan produk bernilai tambah yang meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Bagus.
Ia turut mengapresiasi semakin banyaknya koperasi yang digerakkan oleh generasi muda di sektor ekonomi kreatif dan digital, mulai dari koperasi game, perfilman, komunitas kreatif, petani milenial, hingga startup.
Menurutnya, inilah wajah baru koperasi Indonesia yang modern, adaptif, dan mampu menguasai teknologi, mengembangkan energi, membangun industri, serta menjadi pusat inovasi ekonomi nasional.
Bagus menegaskan, stigma bahwa koperasi merupakan organisasi yang lambat dan kuno harus segera ditinggalkan. Sebaliknya, koperasi masa kini harus tampil sebagai organisasi yang profesional, sehat, transparan, dan berbasis teknologi digital.
“Koperasi masa kini adalah koperasi digital yang memanfaatkan teknologi informasi, sistem pembayaran modern, kecerdasan buatan, analisis data, serta platform digital untuk memperluas pasar dan menjangkau generasi muda, pelaku UMKM, petani milenial, nelayan hingga startup lokal,” ujarnya.
Mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, Bagus Santoso menilai tema tersebut memiliki makna mendalam bahwa Indonesia tidak akan menjadi negara maju apabila ekonomi rakyat masih tertinggal dan desa-desa belum mandiri.
Karena itu, ia mengajak seluruh insan koperasi untuk terus memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan tata kelola organisasi, memperluas kolaborasi, serta membangun koperasi yang profesional, modern, inovatif, transparan, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati mengajak generasi muda Bengkalis agar tidak ragu bergabung dan berkontribusi melalui koperasi sebagai wadah membangun usaha bersama.
“Masa depan koperasi berada di tangan generasi yang kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan energi serta gagasan baru dari anak-anak muda, saya yakin koperasi Indonesia akan semakin modern, profesional, dan menjadi pilihan utama dalam membangun ekonomi bangsa,” pungkasnya. (Linda Kaffi)


