Iklan

Senin, 16 Februari 2026, Februari 16, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-16T02:04:33Z

Polda Riau Perkuat Fungsi Humas di Era Post-Truth, Siapkan “Pasukan Khusus” Komunikasi Publik

Mulai dapatkan penghasilan Dari HP anda disini:

banner image
Pekanbaru – peristiwa-24.id
Polda Riau menegaskan komitmennya dalam menghadapi tantangan era digital dengan menggelar Pelatihan Peningkatan Kemampuan Kehumasan Tahun Anggaran 2026 di Aula Tribrata Lantai 5 Mapolda Riau, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas personel humas dalam mengelola persepsi publik secara profesional di tengah derasnya arus informasi dan disrupsi media sosial.

Pelatihan tersebut dibuka oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi mewakili Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, didampingi jajaran Pejabat Utama Polda Riau. Dalam arahannya, Brigjen Hengki menegaskan bahwa Polda Riau tidak boleh tertinggal dalam dinamika komunikasi publik yang berkembang sangat cepat.

Menurutnya, Indonesia saat ini berada dalam era digital native dengan tingkat penetrasi ponsel mencapai 125 persen dari jumlah penduduk. Kondisi ini menciptakan ruang informasi yang terbuka luas, namun sekaligus rentan terhadap distorsi informasi, penyebaran hoaks, hingga kejahatan siber lintas negara.

“Fenomena post-truth menjadi tantangan nyata karena opini yang bersifat emosional sering kali lebih dipercaya dibandingkan fakta objektif. Di sinilah peran humas menjadi sangat penting sebagai garda terdepan dalam membangun narasi positif berbasis data, fakta, dan kinerja nyata,” ujar Brigjen Hengki.

Ia menambahkan, personel humas harus menjadi “pasukan khusus” komunikasi publik yang mampu menerapkan strategi agenda setting, memperkuat framing pemberitaan, serta mengemas berbagai keberhasilan operasional dalam bentuk visual dan narasi yang menarik serta mudah dipahami masyarakat.

Selain itu, aksi-aksi humanis anggota Polri di lapangan juga harus diangkat secara konsisten. Peran Bhabinkamtibmas dalam membantu masyarakat rentan, maupun dedikasi personel yang melampaui panggilan tugas, dinilai penting untuk memperkuat citra Polri sebagai institusi yang responsif dan solutif.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa penguatan fungsi humas merupakan investasi strategis untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.

“Fungsi humas yang kuat akan mendukung transparansi kinerja, memperkuat komunikasi dua arah, serta memastikan setiap capaian dan pengabdian anggota Polri tersampaikan secara akurat, cepat, dan bertanggung jawab kepada masyarakat luas,” tegas Kapolri.

Melalui pelatihan ini, Polda Riau berharap seluruh personel humas semakin adaptif, profesional, dan inovatif dalam menjawab tantangan komunikasi publik di era digital, sekaligus memperkokoh citra Polri yang Presisi di tengah masyarakat.

(Linda Kaffi)