Peristiwa24.Id —TULANG BAWANG Belum genap sepekan pasca-penggerebekan dramatis oleh Satresnarkoba Polres Tulang Bawang yang merobohkan gubuk-gubuk transaksi, aktivitas peredaran narkoba di wilayah Bujung Tenuk, Kelurahan Menggala Selatan, dikabarkan kembali menggeliat, Saptu 24/10/26.
Fenomena "mati satu tumbuh seribu" ini memicu keresahan hebat di tengah masyarakat yang merasa ruang hidup mereka kembali diintai oleh bahaya sabu.
Perwakilan tokoh masyarakat Menggala Selatan menyatakan bahwa hilangnya satu bandar besar ternyata langsung dimanfaatkan oleh pasokan dan pengedar baru untuk mengambil alih wilayah. Keresahan ini kian memuncak karena para pelaku dinilai semakin berani beroperasi di lingkungan pemukiman warga.
"Baru seminggu digerebek, sekarang sudah mulai muncul lagi wajah-wajah baru. Ini seperti tidak ada habisnya. Kami mengapresiasi tindakan tegas kepolisian kemarin, tetapi jika tidak ada patroli berkala dan pembersihan akar-akarnya, kampung kami akan terus menjadi sasaran empuk pemasok sabu," ujar salah satu perwakilan warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Masyarakat menilai peredaran yang kembali aktif ini mengancam masa depan generasi muda di Menggala. Mereka mendesak aparat penegak hukum, BNN, serta perangkat kelurahan untuk tidak mengendurkan pengawasan dan segera memburu sisa-sisa kaki tangan bandar yang masih berkeliaran.
Warga berharap ada tindakan yang lebih radikal dari sekadar penangkapan sesaat, melainkan pemutusan total jalur pasokan sabu yang masuk ke wilayah Bujung Tenuk agar ketenteraman lingkungan benar-benar pulih.
Tim (Elian)
Lapor Pak Kasat Narkoba Mati Satu Tubuh Seribu Perwakilan Masyarakat Menggala Elian Desak Polisi Bersihkan Sisa-Sisa Jaringan Bandar Sabu di Bujung Tenuk Jalu Dua
byNopen Rb
-
0



