⚽ PERTANDINGAN
Memuat pertandingan...
📈 SAHAM
Memuat data saham...

TBC Jadi Alarm Serius, Bupati Tegal Ajak Semua Elemen Bergerak Eliminasi TBC

Tegal,Peristiwa24.id — 

Pemerintah Kabupaten Tegal memperkuat komitmen dalam upaya eliminasi tuberkulosis (TBC) dengan mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat aktif dalam pencegahan, penemuan, pendampingan, hingga pengobatan penderita.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman di tengah tingginya kasus TBC di Kabupaten Tegal.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal hingga 21 September 2026, tercatat sebanyak 2.865 penderita TBC, dengan 154 orang meninggal dunia dan 407 penderita dinyatakan sembuh.

Angka tersebut menempatkan Kabupaten Tegal sebagai daerah dengan kasus TBC tertinggi ketiga di Jawa Tengah.

Ischak menyampaikan hal itu saat menyambut kunjungan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo dalam rangka program TOSS TB di wilayah hukum Polres Tegal. 

Kegiatan berlangsung di Puskesmas Adiwerna dan menjadi bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan TBC.

Menurut Ischak, persoalan TBC tidak dapat diselesaikan hanya melalui intervensi pemerintah. Diperlukan keterlibatan masyarakat, kepolisian, tenaga kesehatan, organisasi sosial, serta berbagai unsur lainnya agar upaya eliminasi TBC dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kami Pemerintah Kabupaten Tegal mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Jawa Tengah beserta jajarannya dan Polres Tegal. 

Ada terobosan melalui pendampingan, karena TBC ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Tegal, tetapi harus dilakukan bersama-sama dengan masyarakat dan Polres Tegal,” kata Ischak.

Ia menilai pendampingan menjadi salah satu langkah penting, terutama untuk memastikan penderita mendapatkan akses pengobatan dan menjalani proses pengobatan secara tuntas.

Keterlibatan berbagai pihak juga diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus sekaligus mencegah penularan TBC di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Tegal beserta jajaran, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Edy Sucipto, perwakilan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, serta Kepala Puskesmas Adiwerna Titin Winingsih.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemkab Tegal berharap penanganan TBC tidak berhenti pada penemuan kasus, tetapi berlanjut pada pendampingan dan kepatuhan pengobatan hingga penderita benar-benar dinyatakan sembuh.

Tingginya angka kasus menjadi pengingat bahwa eliminasi TBC membutuhkan gerakan bersama. Pemerintah, aparat, tenaga kesehatan dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk memutus mata rantai penularan dan menekan angka kematian akibat penyakit tersebut.
Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan



نموذج الاتصال