Jembatan yang menjadi satu-satunya akses utama jalan tani di kelompok tani tawakua 8, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, kini kondisinya sudah sangat rusak dan tidak lagi layak digunakan. Terbuat dari kayu yang sudah tua, lapuk, dan banyak bagian yang patah atau bergeser, jembatan ini kini tidak hanya berbahaya bagi pengangkut hasil tani secara manual, tetapi sudah sama sekali tidak mampu dilewati seperti alat berat maupun mesin pertanian termasuk mesin pemotong padi(Mesin Combine),dan kendaraan pengangkut hasil panen lain nya.
Para petani setempat menyampaikan bahwa "jembatan ini sudah lama menjadi keluhan, Beberapa kali di lapor kan dan di tinjau oleh pihak desa,namun sampai saat ini belum ada langkah nyata perbaikan atau pembangunan pengganti nya"
Karena struktur kayu sudah lemah,lapuk dan tiang penyangga mulai miring, lantai jembatan berlubang dan tidak rata, serta lebar dan kekuatan tahan beban tidak memadai, maka alat-alat pertanian modern yang kini sangat dibutuhkan petani untuk mempercepat panen dan menekan biaya kerja, tidak mungkin lagi melintas di atasnya.
Akibatnya, para petani di Kelompok Tani tawakua 8,mengalami kesulitan besar
Mesin pemotong padi dan alat kerja lain harus dipindahkan dengan cara dibawa berkeliling lewat jalan memutar yang jauh dan sulit serta memakan waktu dan tenaga. Biaya panen menjadi naik tajam karena harus mengandalkan tenaga manusia lebih banyak, padahal luas lahan yang dikelola cukup luas.
Hasil panen padi sering kali terlambat dibawa ke tempat penampungan, berisiko rusak atau berkurang kualitasnya karena menumpuk terlalu lama di ladang.
Setiap kali musim hujan tiba, tanah di sekitar jembatan menjadi licin dan berlumpur, struktur kayu semakin rapuh, dan risiko jembatan ambles sewaktu-waktu sangat besar. Belum lagi bahaya terjatuh ke dalam parit atau sungai kecil di bawahnya.
Warga berharap sekali agar Pemerintah Desa Tawakua, Pemerintah Kecamatan Angkona, hingga Pemerintah Kabupaten Luwu Timur segera memperhatikan dan memprioritaskan perbaikan atau pembangunan jembatan baru yang lebih kuat dan kokoh. Jalan dan jembatan tani adalah urat nadi kehidupan petani. Jika akses ini terputus atau rusak, maka usaha bertani menjadi berat, biaya mahal, dan penghasilan petani berkurang drastis.
Kami berharap berita ini dapat menjadi masukan dan peringatan agar segera ada tindak lanjut, sehingga alat pertanian bisa kembali lewat dengan aman, petani bisa bekerja lebih ringan, dan hasil panen bisa dikirim keluar lahan dengan lancar demi kesejahteraan warga Desa Tawakua pada umumnya, dan petani Kelompok tani tawakua 8 pada khususnya.
Tertanggal,16 September 2026
Pukul 14:08 wita
Sumber:Kelompok Tani Tawakua 8
Penulis :Jasri



