Tegal, peristiwa24.id – Ajang Grand Final Pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Tegal 2026 sukses digelar di Ruang Adipura, Balai Kota Tegal.
Kegiatan tahunan ini menjadi momentum strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang berkualitas, berkarakter, serta memiliki perencanaan hidup yang matang di tengah peluang bonus demografi.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono. Dalam arahannya, ia berpesan agar para finalis tidak menjadikan ajang pemilihan Duta Genre sekadar sebagai kompetisi untuk meraih gelar juara.
Menurutnya, predikat Duta Genre membawa tanggung jawab lebih besar, khususnya dalam menjadi penggerak perubahan positif di kalangan remaja.
“Jadilah Duta Genre yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu memberikan contoh nyata dan menjadi inspirasi bagi teman-teman sebaya,” tegas Dedy Yon.
Ia berharap para pemenang nantinya mampu tampil sebagai motivator sekaligus komunikator yang aktif menyampaikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Edukasi tersebut antara lain mencakup pentingnya mencegah pernikahan dini, menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta menghindari berbagai perilaku berisiko yang dapat menghambat masa depan remaja.
Dedy Yon menilai, keberadaan Duta Genre memiliki peran penting dalam membangun kesadaran generasi muda agar mampu menentukan pilihan hidup secara bijak.
“Generasi muda harus memiliki arah dan perencanaan hidup yang jelas sejak dini. Jangan sampai masa depan ditentukan oleh keputusan sesaat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemilihan Duta Genre bukan hanya menjadi panggung untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi, tetapi juga merupakan wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, serta kepedulian sosial bagi generasi muda Kota Tegal.
Melalui ajang tersebut, Pemerintah Kota Tegal berharap lahir figur-figur muda yang mampu menjadi teladan sekaligus menyebarkan energi positif di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Grand Final Duta Genre Kota Tegal 2026 pun diharapkan tidak berhenti pada seremoni pemilihan pemenang, tetapi menjadi awal lahirnya gerakan nyata generasi muda untuk membangun masa depan yang lebih sehat, produktif, dan berencana.


