Bengkalis - Peristiwa2r.Id. Bupati Bengkalis Hj Kasmarni menegaskan Perubahan APBD Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2026 bukan sekadar penyesuaian angka. Lebih dari itu, APBD-P harus menjadi instrumen untuk memperkuat pembangunan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penegasan itu disampaikan dalam jawaban tertulis Bupati yang dibacakan Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bengkalis, Selasa, 22 September 2026.
Rapat yang diikuti 24 anggota DPRD tersebut dipimpin Wakil Ketua II DPRD Hendrik Firnanda Pangaribuan didampingi Wakil Ketua III H. Misno. Agendanya yakni penyampaian jawaban Pemerintah Kabupaten Bengkalis atas pandangan umum tujuh fraksi terhadap Ranperda dan Nota Keuangan tentang Perubahan APBD TA 2026.
Bupati Kasmarni menyampaikan, pengelolaan anggaran tetap diarahkan berdasarkan skala prioritas, tingkat urgensi, kemampuan fiskal daerah dan kebutuhan masyarakat.
“Setiap rupiah APBD harus kita upayakan menghasilkan keluaran yang jelas, manfaat yang terukur, dan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat secara merata,” tegasnya.
Ia juga menekankan efisiensi anggaran tidak dimaknai hanya sebagai pengurangan belanja, melainkan peningkatan kualitas belanja agar berdampak optimal bagi pelayanan publik.
Pelayanan dasar tetap menjadi perhatian utama, meliputi pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, air bersih, sanitasi dan infrastruktur dasar.
Untuk pencegahan Karhutla, Pemkab memperkuat sinergi dengan masyarakat, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan. Salah satu upaya konkret yakni penyiapan dukungan alat berat gratis bagi warga yang memiliki legalitas lahan seluas 2-3 hektare untuk pembukaan dan pembersihan lahan tanpa bakar.
“Ini bagian dari upaya preventif. Kita ingin masyarakat tetap bisa membuka dan mengelola lahannya dengan cara yang aman dan tidak menimbulkan risiko kebakaran,” ujarnya.
Di bidang ekonomi, APBD-P 2026 juga diarahkan untuk memperkuat sektor produktif yang mampu membuka lapangan kerja, memberdayakan UMKM, meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan memperluas kesempatan berusaha guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. (Linda Kaffi)
Sumber Foto dan Rilis:
Diskommfotik Bengkalis.


