OKU Timur, Peristiwa24.id -
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan. Sebanyak enam peserta didik asal OKU Timur berhasil menembus Final Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 dan menjadi bagian dari perwakilan Sumatera Selatan di tingkat nasional.
Enam pelajar tersebut berasal dari jenjang SD dan SMP, dengan bidang yang berhasil ditembus yakni IPA dan IPS.
Dari jenjang SD, terdapat Siti Nurlaila dan Azwar Danish Ar Rafif pada bidang IPA. Sementara bidang IPS diwakili Naura Hafizha Adjis, Nizam Brilian Afandi, dan Hariz Fuadi.Sedangkan dari jenjang SMP, Devana Ridho Novara berhasil melaju ke Final OSN Nasional 2026 pada bidang IPS.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi OKU Timur. Dari 29 finalis asal Sumatera Selatan yang tercantum dalam daftar OSN Nasional 2026, enam di antaranya merupakan peserta didik asal OKU Timur. Jumlah itu setara dengan sekitar 20,7 persen dari total finalis Sumatera Selatan.
Wakimin: Prestasi Hasil Kerja Bersama
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur, Wakimin, S.Pd., M.M., mengapresiasi keberhasilan enam peserta didik tersebut.
Menurutnya, keberhasilan menembus tingkat nasional tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak.
“Kami tentu sangat bangga dengan capaian anak-anak kita. Masuknya enam peserta didik OKU Timur dalam jajaran finalis OSN Nasional menjadi bukti bahwa anak-anak kita memiliki kemampuan dan potensi yang luar biasa untuk bersaing di tingkat nasional,” ujar Wakimin.
Ia menegaskan, prestasi tersebut bukan semata-mata keberhasilan individu siswa. Di balik pencapaian itu terdapat kerja bersama antara peserta didik, guru, kepala sekolah, orang tua, pengawas, hingga jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur.
“Tugas kita bukan hanya mencari anak yang sudah berprestasi, tetapi bagaimana menemukan potensi sejak dini, membinanya secara konsisten, memberikan ruang untuk berkembang, dan memastikan mereka mendapatkan pendampingan yang tepat. Ini yang terus kami dorong di OKU Timur,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakimin turut didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur, Ir. H. Dodi Purnama, S.T., M.M.
Pembinaan Prestasi Harus Dimulai dari Sekolah
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur, Edi Subandi, S.E., M.M., mengatakan keberhasilan siswa menembus OSN Nasional merupakan buah dari pembinaan yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.
Menurutnya, pembinaan tidak dapat dilakukan secara instan ketika perlombaan akan berlangsung. Potensi peserta didik perlu dipetakan sejak dini, kemudian diarahkan sesuai kemampuan dan bidang yang diminati.
“Kunci pembinaan adalah bagaimana kita mengenali potensi anak sejak dini. Setelah itu kita arahkan, kita dampingi, dan kita berikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang. Jadi bukan hanya ketika ada lomba baru dibina, tetapi prosesnya harus berkelanjutan dari sekolah hingga ke tingkat kabupaten, provinsi dan nasional,” jelas Edi.
Ia menambahkan, guru memiliki peran penting dalam menemukan sekaligus mengembangkan potensi peserta didik.
“Guru adalah garda terdepan. Guru yang setiap hari melihat perkembangan anak, mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Karena itu penguatan kompetensi guru pembina juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem prestasi peserta didik,” ungkapnya.
Edi berharap capaian enam pelajar tersebut dapat menjadi motivasi bagi sekolah lainnya di OKU Timur untuk terus mengembangkan potensi akademik siswa.
“Kami ingin prestasi ini menjadi pemantik. Jangan sampai hanya enam anak ini yang menjadi contoh. Justru kita ingin semakin banyak anak OKU Timur yang memiliki keberanian untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuannya di tingkat provinsi maupun nasional,” tegasnya.
Enam Pelajar Bawa Nama OKU Timur ke Tingkat Nasional
Keberhasilan enam peserta didik tersebut menunjukkan bahwa pembinaan pendidikan dasar di OKU Timur mampu melahirkan siswa yang memiliki daya saing hingga tingkat nasional.
Bagi Pemerintah Kabupaten OKU Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, capaian ini bukanlah akhir. Sebaliknya, keberhasilan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat sistem pembinaan prestasi peserta didik secara berkelanjutan.
Kini, keenam pelajar tersebut membawa nama OKU Timur dan Sumatera Selatan ke panggung nasional. Mereka tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah dan keluarga, tetapi juga menjadi bukti bahwa peserta didik dari daerah mampu bersaing dengan siswa terbaik dari berbagai wilayah Indonesia. (Jfa)



