Peristiwa24.id -
Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang mudah diperoleh, praktis diolah, dan harganya relatif terjangkau. Sebagian orang lebih menyukai telur rebus setengah matang karena teksturnya yang lembut, sementara lainnya memilih telur yang matang sempurna karena dinilai lebih aman dikonsumsi.
Lantas, apakah telur rebus setengah matang benar-benar lebih bergizi dibandingkan telur yang dimasak hingga matang? Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jawabannya bergantung pada aspek yang dibandingkan.Kandungan Gizi Hampir Setara
Anggapan bahwa memasak telur hingga matang akan menghilangkan sebagian besar kandungan gizinya ternyata kurang tepat. Perbedaan nilai gizi antara telur setengah matang dan matang sempurna relatif kecil.
Telur tetap menjadi sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung sembilan asam amino esensial. Selain itu, makanan ini juga kaya vitamin A, vitamin D, vitamin B12, kolin, selenium, serta antioksidan lutein dan zeaxanthin yang bermanfaat bagi kesehatan mata.
Meski demikian, proses pemanasan dapat memengaruhi kadar beberapa nutrisi yang sensitif terhadap panas. Salah satunya adalah lutein dan zeaxanthin. Dilansir detikHealth dari penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition pada 2023 menunjukkan telur yang dimasak setengah matang mampu mempertahankan kadar kedua antioksidan tersebut sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan telur yang dimasak hingga matang sempurna. Lutein dan zeaxanthin berfungsi melindungi retina dari kerusakan akibat radikal bebas sekaligus membantu menjaga kualitas penglihatan.
Protein Lebih Mudah Diserap
Walaupun kandungan gizinya hampir sama, telur yang dimasak hingga matang memiliki keunggulan dalam hal penyerapan protein.
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition, tubuh mampu menyerap sekitar 90 persen protein dari telur matang, sedangkan penyerapan protein dari telur mentah hanya sekitar 50 persen. Proses pemanasan mengubah struktur protein sehingga lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh.
Karena itu, telur rebus matang memberikan manfaat protein yang lebih optimal dibandingkan telur yang masih setengah matang maupun mentah.
Lebih Aman dari Risiko Bakteri
Perbedaan paling signifikan antara telur setengah matang dan matang sempurna terletak pada faktor keamanan pangan.
Telur yang belum matang sepenuhnya masih berpotensi mengandung bakteri Salmonella, terutama jika proses penyimpanan dan penanganannya tidak dilakukan dengan baik. Infeksi bakteri ini dapat memicu diare, demam, mual, muntah, hingga kram perut.
Risiko tersebut memang tergolong rendah pada telur yang diproduksi dan ditangani dengan benar. Namun, kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah tetap disarankan lebih berhati-hati.
Memasak telur hingga bagian putih dan kuningnya benar-benar matang menjadi cara paling efektif untuk meminimalkan risiko infeksi bakteri tersebut.
Mana yang Lebih Sehat?
Dari sisi kandungan gizi, telur rebus setengah matang dan matang sempurna memiliki nilai yang hampir sama.
Namun, jika mempertimbangkan keamanan pangan dan penyerapan protein, telur rebus matang sempurna lebih direkomendasikan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan individu dengan daya tahan tubuh yang rendah.
Sementara itu, bagi orang dewasa yang sehat dan mengonsumsi telur dari sumber yang terpercaya, telur setengah matang umumnya masih aman dikonsumsi. Meski begitu, memasak telur hingga matang tetap menjadi pilihan yang lebih aman tanpa mengurangi manfaat gizinya secara berarti.
Meski demikian, proses pemanasan dapat memengaruhi kadar beberapa nutrisi yang sensitif terhadap panas. Salah satunya adalah lutein dan zeaxanthin. Dilansir detikHealth dari penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition pada 2023 menunjukkan telur yang dimasak setengah matang mampu mempertahankan kadar kedua antioksidan tersebut sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan telur yang dimasak hingga matang sempurna. Lutein dan zeaxanthin berfungsi melindungi retina dari kerusakan akibat radikal bebas sekaligus membantu menjaga kualitas penglihatan.
Protein Lebih Mudah Diserap
Walaupun kandungan gizinya hampir sama, telur yang dimasak hingga matang memiliki keunggulan dalam hal penyerapan protein.
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition, tubuh mampu menyerap sekitar 90 persen protein dari telur matang, sedangkan penyerapan protein dari telur mentah hanya sekitar 50 persen. Proses pemanasan mengubah struktur protein sehingga lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh.
Karena itu, telur rebus matang memberikan manfaat protein yang lebih optimal dibandingkan telur yang masih setengah matang maupun mentah.
Lebih Aman dari Risiko Bakteri
Perbedaan paling signifikan antara telur setengah matang dan matang sempurna terletak pada faktor keamanan pangan.
Telur yang belum matang sepenuhnya masih berpotensi mengandung bakteri Salmonella, terutama jika proses penyimpanan dan penanganannya tidak dilakukan dengan baik. Infeksi bakteri ini dapat memicu diare, demam, mual, muntah, hingga kram perut.
Risiko tersebut memang tergolong rendah pada telur yang diproduksi dan ditangani dengan benar. Namun, kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah tetap disarankan lebih berhati-hati.
Memasak telur hingga bagian putih dan kuningnya benar-benar matang menjadi cara paling efektif untuk meminimalkan risiko infeksi bakteri tersebut.
Mana yang Lebih Sehat?
Dari sisi kandungan gizi, telur rebus setengah matang dan matang sempurna memiliki nilai yang hampir sama.
Namun, jika mempertimbangkan keamanan pangan dan penyerapan protein, telur rebus matang sempurna lebih direkomendasikan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan individu dengan daya tahan tubuh yang rendah.
Sementara itu, bagi orang dewasa yang sehat dan mengonsumsi telur dari sumber yang terpercaya, telur setengah matang umumnya masih aman dikonsumsi. Meski begitu, memasak telur hingga matang tetap menjadi pilihan yang lebih aman tanpa mengurangi manfaat gizinya secara berarti.
Sumber : Detik.com



