NIAS UTARA, Peristiwa24.id 20 September 2026 — Aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias dinilai perlu terus disuarakan secara konsisten dan berkesinambungan. Perjuangan tersebut tidak boleh berhenti sebatas forum diskusi, tetapi harus diikuti dengan komunikasi publik serta pengawalan terhadap setiap tahapan prosesnya.
Hal itu disampaikan Drs. Duhufati Zega, MM, salah seorang tokoh pendiri sekaligus penasihat Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI), Minggu (20/9/2026).
Menurut Duhufati, seluruh elemen masyarakat Kepulauan Nias, termasuk BPP-PKN, pemerintah daerah, FORKADA, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, mahasiswa, aktivis, serta masyarakat Nias di berbagai daerah, perlu mengambil bagian dalam mengawal aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias.
Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi publik melalui berbagai sarana yang tersedia, baik media jurnalistik, konten digital, media sosial, forum masyarakat, maupun komunikasi langsung dengan pemerintah pusat.
«“Realisasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias harus terus disuarakan secara konsisten dan berkesinambungan. Masyarakat harus terus mengawal progresnya dan memastikan aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias tetap menjadi perhatian pemerintah serta publik secara nasional,” tegas Duhufati Zega.»
Pemuda Nias Diminta Maksimalkan Ruang Digital
Duhufati juga mengajak pemuda asal Kepulauan Nias yang berada di berbagai wilayah Indonesia, bahkan di luar negeri, untuk turut menyuarakan aspirasi tersebut.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan komunikasi memberikan ruang yang luas bagi generasi muda Nias untuk menyampaikan informasi serta membangun dukungan publik secara konstruktif.
“Pemuda asal Nias di berbagai wilayah tanah air bahkan yang berada di luar negeri memiliki kekuatan besar melalui teknologi dan komunikasi. Ruang digital harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menyampaikan informasi dan aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias. Kita bisa bergerak dengan cara yang cerdas, produktif, dan terukur,” ujarnya.
Dukungan Kepala Daerah Dinilai Penting
Selain partisipasi masyarakat, Duhufati menilai dukungan seluruh kepala daerah se-Kepulauan Nias terhadap perjuangan BPP-PKN juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Ia menyebut diperlukan keterbukaan mengenai langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah, termasuk bentuk koordinasi dengan BPP-PKN serta kesinambungan antara perjuangan pembentukan provinsi dengan kesiapan pembangunan Kepulauan Nias.
“FORKADA Kepulauan Nias sangat diharapkan menunjukkan sikap dan langkah yang jelas dalam mendukung aspirasi masyarakat sesuai dengan porsi kewenangannya,” katanya.
Duhufati Zega, yang juga pernah menjabat sebagai hakim ad hoc PHI Provinsi Banten, menambahkan bahwa perjuangan menuju pembentukan Provinsi Kepulauan Nias tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga harus dibarengi dengan kesiapan pembangunan daerah.
Menurutnya, sejumlah sektor yang perlu menjadi perhatian antara lain infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, pariwisata, industri, teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Lima Langkah yang Dinilai Penting
Di akhir keterangannya kepada awak media, Duhufati merangkum sejumlah langkah yang menurutnya perlu menjadi perhatian bersama untuk mendorong terwujudnya Provinsi Kepulauan Nias.
Pertama, seluruh elemen masyarakat harus mengedepankan persatuan serta menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan.
Kedua, BPP-PKN diharapkan terus mengawal setiap tahapan perjuangan dan memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat.
Ketiga, seluruh kepala daerah se-Kepulauan Nias perlu memperkuat koordinasi serta menunjukkan dukungan dan langkah yang jelas sesuai kewenangannya.
Keempat, masyarakat Kepulauan Nias dan pemuda Nias di berbagai daerah diharapkan terus menyuarakan aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias secara konsisten.
Kelima, kesiapan pembangunan Kepulauan Nias perlu terus dipersiapkan seiring dengan pengawalan aspirasi pembentukan provinsi.
“Perjuangan ini membutuhkan konsistensi, persatuan, komunikasi dan pengawalan yang berkesinambungan,” pungkas Duhufati Zega.
Emanuel Y G



