Bengkalis,Peristiwa24.id -
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Sungai Meranti, Kecamatan Pinggir menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati Bengkalis bersama Wakapolres Bengkalis turun langsung ke lokasi untuk memimpin penanganan di lapangan.
Kehadiran orang nomor satu di Bengkalis dan jajaran kepolisian ini menunjukkan keseriusan dalam memadamkan api yang terus berkobar di wilayah gambut Sungai Meranti.
Di lapangan, tim gabungan yang terdiri dari Polri, Tni , Bpbd Manggala Agni, MPA, Pemdes, dan masyarakat sudah sejak beberapa hari terakhir berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan.
Lahan yang terbakar merupakan area gambut yang sangat rentan terbakar ulang. Faktor cuaca panas dan angin membuat titik api mudah menyebar ke beberapa titik.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Bengkalis memberikan arahan agar seluruh tim bekerja maksimal, mengutamakan keselamatan personel, serta mempercepat proses pendinginan agar api tidak meluas.
Sementara Wakapolres Bengkalis menekankan pentingnya sinergi antara aparat, perusahaan, dan masyarakat. Pengecekan titik koordinat, pemasangan garis polisi, dokumentasi, dan penyelidikan penyebab kebakaran juga terus dilakukan.
Pemerintah daerah juga mengerahkan tambahan logistik, peralatan pemadam, dan sumber air untuk mendukung tim di lapangan. Koordinasi dengan Bbksd Provinsi terkait kemungkinan Water Bombing juga terus dilakukan mengingat luasnya area gambut.
Imbauan keras disampaikan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta segera melapor ke aparat terdekat jika melihat kepulan asap atau titik api.
"Karhutla adalah musuh kita bersama. Mari jaga alam Bengkalis untuk anak cucu kita", tegas Bupati di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan pendinginan dan pemantauan di Desa Sungai Meranti.
Editor Linda Kaffi
#DISKOMINFOTIK


