Peristiwa24.id -
Tema Perayaan: Berakar dalam Kasih Allah, Bertumbuh dalam Keheningan, Berbuah bagi Kehidupan Gereja dan Dunia
Sub Tema: Lima Puluh Tahun Menjadi Rahmat – Doa yang Setia Dimurnikan Suka Duka, Lahirkan Kehidupan Baru dan Harapan bagi Generasi Kini dan Masa Depan
Lokasi & Waktu: Wilayah Paroki St. Fransiskus Asisi, Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara | Agustus 2026
Seperti angin lembut yang membelai jiwa, alunan musik dan nyanyian pujian yang khas tradisi Katolik menggema penuh khidmat di dalam Rumah Tuhan, menyambut perayaan istimewa lima puluh tahun rahmat pelayanan Suster Klaris di tanah Nias. Para Suster yang dikenal dengan sebutan akrab “Suster Gunung” ini, yang sehari-hari hidup dalam kesunyian biara, turun menyapa umat, merayakan kesetiaan Tuhan, serta membagikan kesaksian iman yang telah mereka jalani dengan setia selama setengah abad.
Perayaan Ekaristi Kudus yang menjadi puncak ibadah dipimpin langsung oleh Romo Adven, Pastor Paroki St. Fransiskus Asisi Tuhemberua. Dalam kesempatan sakral tersebut, salah satu perwakilan Suster Klaris menyampaikan makna mendalam panggilan hidup mereka: “Tugas pokok dan inti keberadaan kami adalah senantiasa berdoa tanpa henti bagi seluruh umat manusia, serta bagi setiap orang yang menaruh pengharapan kepada Tuhan di tengah suka maupun duka kehidupan.”
Selama lima puluh tahun mengabdi sepenuhnya, hari-hari mereka diisi dengan hening, doa yang tak terputus, serta karya tangan yang penuh berkah bagi kehidupan Gereja: merangkai Rosario, membuat lilin-lilin ibadah, hingga menyiapkan Hosti Kudus yang menjadi pusat setiap perayaan Ekaristi di seluruh komunitas umat. Sejarah berdirinya komunitas Suster Klaris ini pun diungkapkan oleh Romo Markus – lahir dari panggilan khusus untuk senantiasa mendukung pelayanan para imam dan memohon rahmat perlindungan Tuhan bagi seluruh umat lewat doa yang tulus dan setia.
Sesuai corak hidup khusus tarekat Klaris, sehari-hari mereka lebih banyak berdiam di dalam biara, mempersembahkan waktu, tenaga, dan diri sepenuhnya bagi Tuhan. Namun di momen emas ini, mereka hadir secara khusus di tengah umat, sekaligus mengajak para putri Katolik yang merasakan panggilan hati untuk mengenal lebih dekat makna hidup bakti dan panggilan berbiara.
Mewakili seluruh umat Stasi Pusat St. Yosef, Bapak Katekis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghormatan yang tulus: “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para Suster, karena doa, pengorbanan, serta karya kalian telah menjadi kekuatan rohani dan berkat nyata bagi kehidupan kami semua.” Di akhir perayaan, umat pun berbondong-bondong dengan penuh antusias mengunjungi bazar karya tangan para Suster, memberikan apresiasi tulus atas ketekunan, kerendahan hati, serta karunia yang Tuhan berikan melalui pelayanan mereka.
Lima puluh tahun bukan sekadar hitungan angka waktu – melainkan bukti nyata bahwa doa yang setia, yang dimurnikan oleh suka dan duka serta senantiasa ditopang oleh kasih penyelenggaraan Ilahi, sungguh melahirkan kehidupan baru, menguatkan iman umat, dan menyalakan harapan yang abadi bagi generasi kini dan masa depan.
Disampaikan untuk: Media Massa, Umat, dan Masyarakat Umum
Sumber: Dokumentasi Perayaan Paroki St. Fransiskus Asisi Tuhemberua & Komunitas Suster Klaris
Emanuel Y G




