Pekan Baru,Peristiwa24.id -
Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, menghadiri Rapat Penyampaian Hasil Deteksi Participating Interest (PI) 10 Persen di Wilayah Kerja Provinsi Riau yang digelar Pemerintah Provinsi Riau bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Rabu (24/6/2026), di Ruang Rapat Melati, Kantor Gubernur Riau.
Kegiatan strategis tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK RI, Brigjen Pol. Agung Yudha Wibowo, serta dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, Kepala BPKP Provinsi Riau Dr. Evenri Sihombing, dan para kepala daerah se-Provinsi Riau.
Dalam pemaparannya, Brigjen Pol. Agung Yudha Wibowo menegaskan bahwa kehadiran KPK bertujuan memperkuat tata kelola Participating Interest (PI) 10 persen agar manfaat pengelolaan sumber daya alam, khususnya sektor minyak dan gas bumi (migas), dapat dirasakan secara maksimal oleh daerah penghasil.
Menurutnya, hasil deteksi yang dilakukan KPK menjadi dasar evaluasi bersama guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pengelolaan PI. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang kuat, keterbukaan data, serta sinergi antarpemangku kepentingan dalam mengoptimalkan potensi pendapatan daerah dari sektor migas.
Sementara itu, Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan apresiasi kepada KPK RI atas perhatian dan pendampingan yang diberikan dalam pengelolaan PI 10 persen di Provinsi Riau. Ia berharap rekomendasi yang disampaikan dapat menjadi pijakan penting dalam memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kontribusi sektor migas terhadap pembangunan daerah.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni menyampaikan harapannya agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bengkalis, PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ), mendapatkan ruang yang lebih luas untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan strategis di sektor migas.
“Kami berharap PT BLJ dapat terus diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk terlibat dalam kegiatan strategis sektor migas. Dengan keterlibatan yang lebih besar, BUMD ini akan mampu memberikan manfaat nyata bagi daerah, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bengkalis,” ujar Kasmarni.
Bupati perempuan pertama di Negeri Junjungan itu optimistis bahwa penguatan peran PT BLJ akan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kemandirian daerah serta memperkuat kontribusi BUMD sebagai motor penggerak ekonomi dan pembangunan daerah.
Turut mendampingi Bupati Bengkalis dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Bengkalis dr. Ersan Saputra TH, Inspektur Daerah Radius Akima, Kepala Bapenda Muhammad Thaib, Kepala Dinas Kominfotik Agus Sofyan, Kepala BPKAD Aready, Kepala Bappeda Rinto, Kepala DPMPTSP Khairi Fahrizal, Sekretaris Inspektorat Dedy Kurniawan, Kabag Hukum Mohd. Fendro Arrasyid, Kabag Perekonomian Asnurial, serta Kabag Prokopim Syafrizal.
Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkalis menegaskan komitmennya untuk terus mendorong tata kelola migas yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (LK)
#DISKOMINFOTIK
#DISKOMINFOTIKBENGKALIS


