Mesuji-Peristiwa24.id Definisi "totalitas tanpa batas" tampaknya baru saja mendapatkan interpretasi baru di salah satu kantor Pemkab Mesuji. Di saat warga berharap ASN sibuk mengurus administrasi, oknum berinisial A dan R ini malah sibuk mengurus... ah, sudahlah.
Siapa sangka, di balik tumpukan berkas dan dinginnya ubin kantor, terselip sebuah playmat motif anak-anak yang kini beralih fungsi menjadi saksi bisu sebuah drama kolosal bertajuk "Penggerebekan Malam Rabu". Niatnya mungkin ingin efisiensi anggaran dengan memanfaatkan fasilitas negara, tapi sayangnya lupa kalau dinding kantor tidak punya telinga, tapi warga punya mata (dan keberanian untuk menggerebek).
Bupati sudah angkat bicara, ancaman pemecatan sudah di depan mata. Memang benar kata pepatah: "Sepandai-pandainya ASN menyimpan bangkai, akhirnya tercium juga aromanya kalau nekat 'lembur' di ruangan gelap."
Mari kita jadikan ini pelajaran: Kantor itu tempat bekerja, bukan tempat simulasi rumah tangga. Kalau mau indehoy, modal dikit ke hotel, jangan pakai aset rakyat. Karena pada akhirnya, bukan cuma jabatan yang hilang, tapi harga diri pun ikut tergulung bersama karpet lucu itu.
Sanksi tegas atau sekadar formalitas? Kita kawal sampai tuntas! (Tim)



.png)