PEKANBARU – Peristiwa 24 id Menjelang Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia , Polwan jajaran Polda Riau memaknai momentum tersebut dengan aksi nyata di lapangan. Para Srikandi Bhayangkara turun langsung dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah terdampak di Riau.
Keterlibatan Polwan dilakukan dengan peran yang berbeda sesuai kebutuhan di lapangan. Mulai dari membantu proses pemadaman hingga memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
Di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan , sebanyak 26 Polwan Polres Pelalawan turun menemui warga terdampak. Mereka membagikan masker gratis, memberikan trauma healing , motivasi, dan dukungan psikologis kepada masyarakat.
Kehadiran ini menjadi bentuk pendekatan kemanusiaan dalam penanganan Karhutla. Sebab dampak kebakaran tidak hanya pada lahan yang terbakar dan kualitas udara, tetapi juga pada kondisi psikologis masyarakat di sekitar lokasi.
Sementara itu di Kabupaten Rokan Hilir , Polwan Polres Rokan Hilir mengambil peran berbeda. Para Polwan turun langsung ke lokasi Karhutla di Napangga Pujud, Kecamatan Tanjung Medan untuk membantu upaya pemadaman dan pendinginan agar api tidak meluas.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Akmadi mengatakan, keterlibatan Polwan menunjukkan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama dari seluruh unsur.
“Di Rokan Hilir, Polwan turun langsung membantu pemadaman. Di Kerumutan, Pelalawan, Polwan hadir mendampingi masyarakat melalui trauma healing dan pembagian masker. Perannya berbeda, tetapi tujuannya sama, yaitu hadir sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan,” kata Akmadi , Minggu (30/8/2026).
Menurutnya, penanganan Karhutla tidak hanya dilihat dari proses memadamkan api. Ada aspek kemanusiaan yang juga harus mendapat perhatian, terutama kepada masyarakat yang terdampak langsung.
“Ada masyarakat yang harus kita lindungi dan dampingi. Karena itu, selain pemadaman dan pendinginan, pelayanan kepada masyarakat terdampak juga menjadi bagian penting dari penanganan yang dilakukan,” ujarnya.
Akmadi menambahkan, rangkaian kegiatan ini sekaligus menjadi cara Polwan Polda Riau memaknai HUT ke-78 Polwan RI melalui pengabdian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Momentum Hari Jadi Polwan kami maknai dengan pengabdian. Ada Polwan yang berdiri bersama personel lainnya menghadapi api di lapangan, ada pula yang hadir mendampingi masyarakat terdampak. Semangatnya sederhana, Polwan hadir ketika masyarakat membutuhkan,” kata
Akmadi.
( Linda kaffi )


