BENGKALIS – peristiwa-24.id
Aksi tegas kembali ditunjukkan Polres Bengkalis dalam memerangi peredaran narkotika yang meresahkan masyarakat. Seorang pria berinisial S.A (28) tak berkutik saat diringkus aparat Satresnarkoba dalam penggerebekan dramatis pada Rabu malam (5/6/2024) di Kecamatan Bathin Solapan.
Penangkapan ini bukan tanpa alasan. Keresahan warga yang sudah lama mencurigai adanya aktivitas gelap di lingkungan mereka akhirnya menemukan titik terang. Berbekal laporan masyarakat, tim opsnal bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga memastikan keberadaan target.
Sekitar pukul 20.00 WIB, petugas melakukan penyergapan di kediaman tersangka di Jalan Desa Maju, Desa Balai Makam. Tanpa perlawanan berarti, S.A diamankan tepat di depan rumahnya.
Yang mengejutkan, dari hasil penggeledahan, polisi menemukan 16 paket kecil sabu dengan berat total 3,21 gram yang disembunyikan rapi di dalam kotak rokok. Tak hanya itu, turut disita barang bukti lain seperti timbangan digital, plastik kosong, sendok sabu, satu unit handphone, serta uang tunai Rp200.000 yang diduga hasil transaksi haram.
Dalam pemeriksaan awal, S.A mengakui seluruh barang tersebut miliknya dan siap diedarkan. Ia juga mengungkap bahwa barang haram itu diperoleh dari seseorang berinisial G yang kini masih dalam pengejaran polisi.
Ironisnya, tersangka tidak hanya berperan sebagai pengedar, tetapi juga pengguna. Hasil tes urine menunjukkan ia positif mengonsumsi methamphetamine.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar melalui Kasi Humas AIPDA Juliandi Bazrah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku narkotika.
“Ini bentuk komitmen kami. Tidak ada kompromi bagi siapa pun yang terlibat dalam peredaran narkoba,” tegasnya.
Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam program P4GN yang terus digencarkan. Saat ini, tersangka telah diamankan di Mapolres Bengkalis untuk proses hukum lebih lanjut, sementara polisi terus mengembangkan kasus guna membongkar jaringan yang lebih luas.
Polres Bengkalis juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan. Keberanian warga menjadi kunci dalam memutus rantai peredaran narkoba.
Keberhasilan ini bukan sekadar penangkapan, tetapi juga menjadi peringatan keras: tidak ada tempat aman bagi pelaku narkotika di Bengkalis.
(Linda Kaffi)
.png)
