Langkat,Peristiwa24.id –
Musyawarah Besar (Mubes) Himpunan Mahasiswa Langkat Indonesia (HIMALA) ke-VIII resmi menetapkan Muhammad Wahyu Hidayah, SH sebagai Ketua Umum PB HIMALA periode 2025–2027. Keputusan ini lahir dari dinamika forum yang berlangsung demokratis, penuh semangat persaudaraan, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan mahasiswa Langkat.
Terpilihnya kembali Muhammad Wahyu Hidayah sekaligus menegaskan kepercayaan penuh kader-kader HIMALA terhadap kepemimpinan yang telah ia jalankan selama periode sebelumnya. Dalam pidato perdananya, Wahyu menegaskan bahwa HIMALA bukan sekadar organisasi mahasiswa, melainkan wadah perjuangan kolektif yang harus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat Langkat.
“Kepemimpinan ini bukan milik pribadi, melainkan milik kita semua. HIMALA harus tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal pembangunan, memperjuangkan aspirasi masyarakat, serta meneguhkan identitas mahasiswa Langkat sebagai generasi kritis dan visioner,” tegas Wahyu.
Salah satu Ketua Pengurus Komisariat HIMALA, Raja Muda, Ketua Pengurus Komisariat UIN Nahrasiyah Lhoksumawe menyampaikan bahwa terpilihnya kembali Wahyu merupakan bukti nyata kepercayaan kader terhadap kepemimpinannya yang dinilai memberikan dampak besar, tidak hanya untuk organisasi, tetapi juga untuk masyarakat luas.
“Terpilihnya kembali Muhammad Wahyu Hidayah adalah bukti bahwa kehadirannya dalam memimpin kapal besar HIMALA telah diakui memberi dampak signifikan bagi masyarakat. HIMALA di bawah kepemimpinannya berhasil mengangkat nama baik organisasi sekaligus memperkuat eksistensi mahasiswa Langkat di berbagai lini,” ungkapnya.
Namun demikian, dinamika Mubes sempat diwarnai kerisuhan pada acara pembukaan. Menanggapi hal tersebut, salah satu Ketua Komisariat HIMALA yang hadir saat acara pembukaan, Tigor Lubis, Ketua Pengurus Komisariat Institut Jamaiyah Mahmudiyah Tanjung Pura, menegaskan bahwa insiden itu murni dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab.
“Kerisuhan yang terjadi dalam pembukaan Mubes HIMALA bukanlah cerminan kader HIMALA, melainkan tindakan amoral dari oknum tertentu yang memang ingin merusak jalannya Mubes yang sejatinya berlangsung demokratis. Semua tuduhan yang mereka lontarkan hanyalah fitnah dan pencemaran nama baik, yang sengaja dilakukan untuk merusak citra Ketua Umum PB HIMALA,” tegasnya.
Lebih lanjut, Muhammad Rifqi, Wakil Ketua Ketua Pengurus Komsiariat Universitas Syiah Kuala, menambahkan bahwa oknum-oknum tersebut sejatinya minim kontribusi terhadap gerak langkah organisasi, terutama dalam memberi perhatian kepada komisariat-komisariat di bawah naungan PB HIMALA.
“Mereka yang berkoar-koar justru tidak pernah memberikan perhatian serius kepada komisariat-komisariat HIMALA. Kritik tanpa kontribusi hanya menunjukkan kepentingan pribadi, bukan kepentingan organisasi,” tambahnya.
Terkait tuduhan adanya SK bodong dan komisariat ghaib, perwakilan komisariat yang hadir seperti Muhammad Ravin Wakil Ketua Pengurus Komisariat Universitas Negeri Medan juga memberikan bantahan keras.
“Pernyataan bahwa SK yang dikeluarkan oleh Ketua PB HIMALA itu bodong adalah fitnah besar. Faktanya, komisariat yang hadir hari ini adalah komisariat sah yang sejak lama memang memiliki pengurus, meskipun sempat vakum. Justru di masa kepemimpinan PB HIMALA 2023–2025, komisariat-komisariat itu dihidupkan kembali murni atas aspirasi mahasiswa HIMALA di tiap kampus, dan ditampung langsung oleh Ketua Umum PB HIMALA,” jelasnya.
Sementara itu, pernyataan resmi dari Demisioner PB HIMALA periode 2023–2025, Masyita Siregar, M.Pd, menegaskan bahwa kepemimpinan Wahyu telah menghadirkan banyak inovasi yang membawa HIMALA sebagai poros penting organisasi mahasiswa di Langkat.
“Selama kepemimpinan Muhammad Wahyu Hidayah, HIMALA muncul sebagai salah satu poros organisasi mahasiswa yang cukup menjadi pertimbangan Pemerintah Kabupaten Langkat. Banyak inovasi program yang digagas, tidak hanya bermanfaat bagi HIMALA tetapi juga masyarakat luas. Salah satunya program ‘Munajat Akhir Tahun’ yang setiap pergantian tahun digelar untuk meminimalisir kegiatan yang kurang bermanfaat, sekaligus menjadi wadah spiritual bagi generasi muda,” ungkap pengurus demisioner.
Mubes HIMALA ke-VIII yang dilaksanakan pada tanggal 26-28 Agustus di ini juga tercatat dihadiri oleh 13 dari 15 komisariat HIMALA, yang menunjukkan legitimasi kuat serta dukungan mayoritas dalam pengambilan keputusan.
Dengan terpilihnya kembali Muhammad Wahyu Hidayah, HIMALA diharapkan semakin solid, progresif, dan berdaya juang tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Langkat, serta semakin dewasa dalam menghadapi segala bentuk dinamika organisasi.