Iklan

Minggu, 22 Maret 2026, Maret 22, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-21T17:05:52Z

Sambut Idul Fitri 1447 H, Polres Pagar Alam Berikan Pengawalan Ketat Pawai Obor di Desa Bangun Rejo

Mulai dapatkan penghasilan Dari HP anda disini:

banner image

PAGAR ALAM Sumatra Selatan Peristiwa24. Id – Tradisi pawai obor menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kembali menyemarakkan malam takbiran di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Pagar Alam Utara, Jumat (20/3/2026) malam. Ratusan warga, mulai dari anak-anak hingga remaja, tumpah ruah ke jalan membawa obor bambu sembari mengumandangkan takbir.


​Kegiatan yang dipusatkan di halaman Masjid Al Mustakim ini dimulai sekitar pukul 19.45 WIB. Di bawah pengawalan ketat personel Polres Pagar Alam, para peserta berjalan kaki mengelilingi wilayah Bangun Rejo dengan iringan tabuhan jidor (bedug) yang menambah khidmat suasana malam kemenangan.

Pengawalan Ketat Polri

​Kapolres Pagar Alam, AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.IK, melalui Kasi Humas Iptu Mansyur, SH, memastikan bahwa seluruh rangkaian tradisi tahunan ini berjalan aman tanpa gangguan.


​"Kegiatan pawai obor dalam rangka menyambut Idul Fitri 1447 H di Bangun Rejo berlangsung lancar. Situasi kondusif dan terkendali berkat sinergi yang baik antara masyarakat dan aparat pengamanan di lapangan," ujar Iptu Mansyur.


​Untuk menjamin keselamatan peserta pawai yang melintasi jalan raya, Polres Pagar Alam menerjunkan personel gabungan dari Sat Lantas dan Polsek Pagar Alam Utara. Penjagaan difokuskan pada titik-titik rawan kemacetan agar arus lalu lintas tetap mengalir meski dipadati peserta pawai.


Warisan Budaya dan Syiar Islam

​Tradisi yang digagas oleh Karang Taruna Bangun Rejo ini bukan sekadar seremoni. Selain sebagai bentuk syiar Islam, pawai obor dipandang sebagai warisan budaya lokal yang sarat akan nilai kebersamaan dan semangat nasionalisme.


​"Kehadiran personel di lapangan adalah bentuk komitmen Polri untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan tradisi keagamaan mereka," tambah Mansyur.


​Pawai berakhir sekitar pukul 20.45 WIB dengan tertib. Warga berharap tradisi "malam seribu obor" ini terus dilestarikan setiap tahunnya sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga di Bumi Besemah.

Pewarta : Bahtum Bk