PAGAR ALAM Sumata Selatan Peristiwa 24. Id – Implementasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pagar Alam mulai menuai catatan kritis dari lembaga kontrol sosial. Penempatan lokasi dapur produksi yang dinilai tidak strategis dan terpaut jarak cukup jauh dari sasaran penerima manfaat memicu kekhawatiran terkait efektivitas dan kualitas makanan.
Temuan Lapangan: Lokasi Lintas Kecamatan
Berdasarkan hasil investigasi tim media di lapangan, ditemukan bahwa salah satu titik Dapur MBG berada di wilayah Pematang Sawah, Kelurahan Jakar Mas, Kecamatan Dempo Utara. Ironisnya, sasaran distribusi atau penerima manfaat dari dapur tersebut justru berlokasi di wilayah Kecamatan Pagar Alam Utara.
Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kota Pagar Alam, Bahtum A. Rifai'i, SH, menyatakan bahwa penempatan lokasi yang lintas kecamatan ini perlu dikaji ulang secara teknis dan administratif.
"Kami menemukan adanya anomali dalam penempatan titik dapur. Jarak antara Pematang Sawah ke Pagar Alam Utara itu cukup signifikan. Secara jurnalistik dan kontrol sosial, kami mempertanyakan: Apakah ini sudah sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) dari pusat?" tegas Bahtum, Kamis (12/03/2026).
Risiko "Golden Hour" dan Kualitas Makanan
Bahtum menambahkan, faktor jarak tempuh bukan sekadar masalah transportasi, melainkan berkaitan langsung dengan keamanan pangan (food safety). Dalam standar gizi, terdapat durasi waktu tertentu agar makanan tetap layak konsumsi dan nutrisinya tidak hilang.
"Jika jarak distribusinya terlalu jauh, bagaimana mekanisme pengawasannya agar suhu dan kualitas gizi tetap terjaga hingga ke tangan anak-anak? Ini uang negara, maka asas kemanfaatannya harus maksimal, bukan sekadar proyek yang berjalan secara formalitas saja," tambahnya.
Menunggu Klarifikasi Korwil
Demi keberimbangan informasi (cover both sides), redaksi Peristiwa24.id telah melayangkan konfirmasi resmi kepada Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Pagar Alam, Ibu Shintia.
Pihak AKPERSI dan media mendesak adanya transparansi mengenai pertimbangan teknis di balik pemilihan lokasi dapur tersebut, serta bagaimana langkah mitigasi penyelenggara dalam menjamin kualitas makanan selama proses pengiriman antar kecamatan.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Korwil MBG Pagar Alam belum memberikan tanggapan resmi terkait poin-poin konfirmasi yang diajukan.
Pewarta Editor : DPC AKPERSI Pagar Alam
.png)

