Dugaan kasus ini terungkap setelah penerima bansos BLTS Kesra dari Desa Batu Raja Baru melaporkan bahwa meskipun data mereka tercatat sebagai penerima dan telah mendapatkan pemberitahuan bahwa dana telah dicairkan, namun mereka tidak pernah menerima uang tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan teryata ditemukan bahwa ada indikasi manipulasi data serta penyalahgunaan wewenang oleh beberapa petugas yang terlibat dalam proses pendaftaran dan pencairan bansos.
Beberapa penerima yang terkena dampak mengaku sangat kecewa, Laila Mustika (35), seorang ibu rumah tangga yang menjadi salah satu korban dan dia juga berada rantauan karena kerja menyampaikan bahwa "Dia telah di beritahu saudaranya, bahwa ada namanya di data BLTS Kesra tapi tidak ada satupun yang memberi tahu baik Pemdes, Petugas dinsos ataupun pihak Pos".
"Kita sudah sangat berharap bantuan ini, tapi ternyata kita dirampok haknya. Sekarang saya bingung harus bagaimana lagi," ucapnya dengan suara meratap.
Hal ini di perkuat dengan adanya bukti pengecekan di dinsos. Sementara Kepala Desa Batu Raja Baru Kecamatan Tebing Tinggi, saat di mintai tanggapannya, menjawab
"Tunggu dulu saya tanya ke perangkat desa". 8 Februari 2026
Sementara pihak Pos saat di mintai keterangan secara langsung di kantor "Kami tidak tahu, soalnya masyarakat banyak yang datang, bagi masyarakat yang sudah membawa KK dan KTP, kami cek ada datanya langsung kami cairkan".
Sampai berita ini di tayangkan belum ada kepastian dari pihak yang terkait.
Pewarta : Taem Re
.png)

