Iklan

Kamis, 26 Februari 2026, Februari 26, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-26T16:02:52Z

Sadis di Kampus UIN Suska Riau, Mahasiswi Diserang Saat Persiapan Seminar Skripsi

Mulai dapatkan penghasilan Dari HP anda disini:

banner image
PEKANBARU – peristiwa-24.id
Dunia pendidikan di Riau diguncang peristiwa kekerasan yang menimpa seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau. Faradhila Ayu Pramesi (23) menjadi korban penganiayaan dan pembacokan saat berada di lingkungan kampus, Kamis (26/2/2026) pagi.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di lantai dua Fakultas Hukum dan Syariah UIN Suska Riau, ketika korban tengah mempersiapkan seminar proposal skripsinya.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan, korban mengalami luka di bagian kepala dan lengan akibat serangan yang dilakukan tersangka berinisial R.

“Saat ini tersangka telah diamankan di Kepolisian Sektor Binawidya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ujar Zahwani di Pekanbaru.

Polisi bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan alat bukti secara profesional. Dari tangan pelaku, aparat mengamankan barang bukti berupa sebilah kapak dan parang yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah menyebutkan, pelaku telah diamankan di Polsek Binawidya bersama barang bukti.

“Diduga dipicu persoalan pribadi terkait hubungan percintaan, namun kami masih mendalami motif dan kronologinya,” jelas Anggi.

Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk mendapatkan pertolongan pertama. Saat ini, Faradhila masih dalam penanganan medis dan direncanakan akan dirujuk ke RSUD Arifin Achmad untuk perawatan lanjutan.

Dalam kasus ini, penyidik menerapkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 469 dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara.

Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan dilakukan secara tegas dan profesional, sementara motif pasti di balik aksi kekerasan tersebut masih terus didalami. Peristiwa ini pun menimbulkan keprihatinan mendalam dan menjadi pengingat pentingnya keamanan di lingkungan pendidikan.

(Linda Kaffi)